Fokus Cilegon Politik Sosial

Mahdi Arj : TKD V Sesi Dua Adanya Kepentingan Politik Dipilkada Cilegon

Reporter: Aan.SGT

CILEGON, FOKUSPRIANGAN, ID — Temu Karya Derah (TKD) V Karang Taruna Kota Cilegon sesi ke 2 yang berlangsung disalah satu hotel, Kamis (29 Oktober 2020) kemarin, dinilai adanya sarat intervensi. Demikian dikatakan Mahdi arj salah calon Ketua Karang Taruna Kota Cilegon pada TKD V sesi pertama. Sabtu (31/10/2020)

Mahdi mengatakan, pada tahap pertama dirinya mencalonkan diri maju sebagai ketua Karang Taruna Kota Cilegon, karena telah mendapat rekomendasi 5 suara dari 5 Karang Taruna tingkat Kecamatan.

Namun di tengah proses pemilihan terjadi deadclock lantaran salah satu peserta sekaligus pemegang hak suara yang dianggap berpihak kepadanya, hilang dibawa salah seorang dengan tujuan menghilangkan dukungan suara.

“Ada campur tangan politik dan campur tangan elit pengusaha yang memang merestui kubu sebelah, saya sudah meminta kepada pengurus provinsi bahwa TKD V sesi 2 harus dilaksanakan seletah Pilkada Kota Cilegon,” ucapnya Mahdi Arj pada wartawan, Jumat (30 Oktober 2020) malam.

Adanya campur tangan politik dan elit pengusaha kata dia (Mahdi Arj_red), 2 minggu sebelum TKD ke 2 dilaksanakan, dirinya mendapatkan informasi dari jaringan yang ada di Karang Taruna Provinsi bahwa adanya campur tangan politik dan elit pengusaha.

Ironisnya dalam TKD ini, sambung Mahdi, 5 suara dari rekomendasi yang diperolehnya itu, 2 akan hilang jika dirinya turut mencalonkan kembali. Pertama suara dari Karang Taruna Kota dan Provinsi akan hilang.

“Berarti suara saya hilang 2 jadi tinggal 3, dalam hitung-hitungan TKD yang kemarin,” paparnya.

lebih lanjut, intervensi lain juga terjadi pada dukungan suara KT Jombang. Suara ini akan di permasalahkan jika mendukung dirinya, lantaran SK Karang Taruna Jombang telah habis masa berlakunya pada 30 September 2020, namun sebaliknya jika mendukung kubu sebelah maka tidak akan dipermasalahkan.

Flag Counter

Berita Populer

Flag Counter