Fokus Cianjur Sosial

Ada Apa Dengan KJRI Jedah Sudah Ditemukan Keberadaannya Namun Yuyu TKW Asal Cikalongkulon Masih Belum Bisa Pulang

Reporter: Andri.S

KAB.CIANJUR.FOKUSPRIANGAN.ID – Iroh (60) Ibunda Yuyu masih terus menanti kepulangan anaknya yang menjadi TKW di Taif Arab Saudi.

Yuyu pergi menjadi PMI ( Pekerja Migran Indonesia ) pada Tahun 2006 melalui PT.Tirtama Megah Abadi dengan bantuan Seponsor. Seperti pada pemberitaan sebelumnya bahwa kasus Yuyu telah menjadi perhatian khusus KJRI Jedah namun sampai saat ini Yuyu binti Engkos masih belum berkumpul dengan keluarganya.

” Iyeu Mak Yu, ari Yuyu kunaon meuni embung balik aya naon? tingali emak geus kolot,unggal poe mikiran Yuyu, balik atuh Yuyu manehteh, maneh hayang kolot paeh te nyaho lin. ( ini Mak Yu, kenapa Yuyu tidak mau pulang, ada apa? Lihat Emak Udah menua, setiap hari memikirkan Yuyu, Pulanglah Yuyu, kamu mau lihat ibu kamu ini keburu mati ).” Ujar Ibunda Yuyu sembari menangis. Sabtu (31/10/20) di kediamannya.

Hal serupa dikatakan Paman Yuyu, Ustad Amang Sodikin, dirinya mengatakan.” Kami sangat memohon kepada KJRI dan pemerintahan terkait lainnya, tolong secepatnya Yuyu di Pulangkan, Yuyu adalah Warga Indonesia dan harus pulang ke Indonesia secepatnya, jangan di perlamban,” ujar Paman Yuyu.

Sambung Paman Yuyu Ustad Sodikin.” KJRI mengatakan bahwa majikan Yuyu akan membawa Yuyu ke KJRI dua bulan mendatang, kenapa bisa lama, kenapa harus menunggu dua bulan lagi padahal alamat majikannya sudah diketahui dan pihak KJRIpun sudah pernah bertemu Yuyu, tolong dipercepat pulangnya, saya khawatir.” Paparnya.

Sementara Garda BMI kuasa hukum dari Keluarga Yuyu, Elan Sopandi menyebutkan, bahwa pihaknya masih terus berupaya dan akan terus menghubungi KJRI Jedah agar kasus ini cepat Selesai.

” Garda BMI Cianjur terus berusaha menghubungi lewat tlpn wa, konsulrer KJRI Jedah juga terus minta bantuan kepihak pihak terkait agar Yuyu dapat segera pulang kepada keluarganya.” Ujar Elan.

Lanjut Elan.” Dan Garda BMI akan mempertanyakan apa yang menjadi persoalan sehingga pihak KJRI lamban dalam penanganan kasus seperti ini, karna jelas PMI dan keluarga nya sudah mempunyai hak sebagaimana telah di atur dalam UU ketenagakerjaan.” Tandas Elan Ketua GARDA BMI.

Sementara Pihak KJRI saat di Konfirmasi melalui sambungan telfon belum ada jawaban, sampai berita ini di terbitkan Pihaknya belum menjawab.

Flag Counter

Berita Populer

Flag Counter