FOKUS SUKABUMI Pemerintahan Sosial

Syarat Mendapatkan Bantuan Pelaku Usaha Mikro Rp. 2,4 juta. Ini Penjelasan Kabid UKM DPKUKM Kab. Sukabumi

Reporter : Rusdi-Guntur

SUKABUMI.FOKUSPRIANGAN.ID – Bagi pelaku Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) yang ingin mendapatkan Bantuan Pelaku Usaha Mikro ( BPUM ) dari pemerintah sebesar Rp. 2,4 juta. Kepala Bidang Usaha Kecil Menengah ( UKM ) pada Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah ( DPKUKM ) Kabupaten Sukabumi, Nandang Sunandar menjelaskan kepada FokusPriangan.id, Selasa (27/10/2020). “Agar pelaku usaha bisa mendapatkan Bantuan Pelaku Usaha Mikro ( BPUM ), pelaku UMKM harus memenuhi persyaratannya,” jelasnya.

Menurut Nandang, pendaftar harus benar-benar mempunyai usaha yang jelas yang dilengkapi dengan Surat Keterangan Usaha ( SKU ) yang dikeluarkan oleh kelurahan atau Pemerintah Desa setempat, memiliki nomor indentitas kependudukan (KTP), dan Kartu Keluarga (KK). “Surat kerangan usaha dan foto kopi KTP dibawa ketika mengajukan pendaftaran ke Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah ( DPKUKM ),” terangnya.

Setiap pelaku UMKM yang mendaftarkan, ucapnya, agar bisa mendapatkan BPUM dilihat dulu apakah sedang memiliki pinjaman atau kredit ke perbankan. “Kalau memiliki maka tidak akan mendapatkan BPUM,” ujar Nandang.
Adapun persyaratannya adalah:
1. Pengusaha mikro yang sedang tidak menerima kredit modal kerja dan investasi dari perbankan (unbankable)
2. Pelaku usaha merupakan WNI, mempunyai nomor induk kependudukan (NIK)
3. Mempunyai usaha mikro yang dibuktikan dengan surat usulan dari pengusul
4. Bukan anggota aparatur sipil negara (ASN), TNI/Polri, ataupun pegawai BUMN/BUMD.

Bagi yang sudah mendapatkan BPUM, sebelum mencairkan pihak bank akan meminta persyaratan kembali dan harus menandatangi pernyataan mutlak yang diberikan pihak bank. “Setelah menerima, maka nanti akan ada yang mensurvey ke tempat usaha berdasarkan SKU, kalau ternyata tidak memeliki usaha maka diwajibkan untuk mengembalikan, karena dana tersebut adalah uang negara yang ada pertanggungjawabannya,” tandasnya.

Flag Counter

Berita Populer

Flag Counter