Fokus Kab Tasik Sosial

Kritisi BPNT, Ormas Gibas Kab. Tasikmalaya Audensi Ke Gedung DPRD

Reporter : Iwan

KAB.TASIK.FOKUSPRIANGAN.ID – Perwakilan Ormas Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (GIBAS) Resort Kab. Tasikmalaya datangi Gedung DPRD Kab. Tasikmalaya guna beraudensi terkait permasalahan permasalahan dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang ada di Kab. Tasikmalaya. Audensi dihadiri atau di terima Komisi IV DPRD Kab. Tasikmalaya, Kadinsos Kab. Tasikmalaya, Kasie Fakirmiskin, Kortek BPNT, serta dari jajaran Polres Tasikmalaya. Senin (26/10).

Ketua Bidang Ekonomi dan Koperasi Gibas resort kab. Tasikmalaya yang sebelumnya menjabat Komandan Brigade Gibas Drs. Usep Hadiana mengatakan”ya kami datang kesini bersama rekan rekan tiada lain untuk menyampaikan aspirasi kami serta menuntut kepada pihak terkait untuk segera membenahi persoalan persoalan yang dirasakan masarakat/Kpm dalam program BPNT”, ungkapnya.

Lanjut Drs Usep adapun tuntutan yang kami sampaikan seperti: banyaknya kartu KKS KPM yang terblokir sehingga sangat merugikan Kpm, meminta TKSK jalankan poksinya untuk pelayanan masarakat/kpm, mengganti Kpm yang tidak layak di beri bantuan atau sudah mapan, segera ajukan Kpm Lansia/miskin yang belum terakomodir bantuan, serta mengganti E Warung yang tidak sesuai pedum, mengevaluasi para suplayer nakal yang tidak memenuhi kriteria 6T, juga evaluasi dugaan keterlibatan Tikor ditingkat kecamatan yang bermain dalam penggiringan suplayer karena itu sangat merugikan masyarakat, “paparnya.

Drs Usep juga menambahkan tak hanya itu kami juga menyampaikan untuk mengangkat para pengusaha lokal dan peran Bumdes sebagai suplayer asalkan memenuhi kriteria 6T., yang salah satunya Tertib administrasi, maksudnya bumdes bisa jadi suplayer asal sub unit usahanya sudah berbadan hukum, menurut menteri Desa dalam UU no 15 th 2015 yang mengatur tentang bumdes, ketentuan Bumdes membentuk sub unit usaha di upayakan berbadan hukum PT atau Koperasi, kalau itu sudah terpenuhi jangankan di BPNT, Bumdes juga bisa ikut lelang di bidang lain seperti infrastruktur misalnya, industri makanan dan minuman atau yang lainnya,”pungkas Usep.

Flag Counter

Berita Populer

Flag Counter