FOKUS SUKABUMI Sosial

Gegara Diguyur Hujan Terus Sukabumi Terkepung Bencana

Reporter : Rusdi

SUKABUMI.FOKUSPRIANGAN.ID – Hujan deras yang menguyur wilayah Sukabumi sepekan ini, dampaknya cukup besar. Tercatat, sedikitnya ada lima titik bencana terjadi akibat hujan deras disertai petir. Berdasarkan informasi yang dihimpun FokusPriangan, bencana longsor terjadi di Kampung Ciseupan Hilir RT 03 RW 06 Desa Seuseupan, Kecamatan Caringin yang merusak tiga rumah dan satu tempat ibadah. Kemudian, titik longsor terpantau di Kampung Nyalindung RT 02/10 Desa Kalaparea, Kecamatan Nagrak yang mengakibatkan, robohnya Tembok Penahan Tebing (TPT) hingga menimpa ruang warga.

Selanjutnya, akibat hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan TPT longsor di Kampung Cikiwul Lebak RT 2/2 Desa sekarwangi Kecamatan Cibadak. Selain itu, barang-barang elektronik dan instalasi listrik rumah milik warga di Kampung Nagrak RT 01/01 Desa Nagrak Selatan Kecamatan Nagrak tersambar petir. Kemudian, Sungai Cibeber Kecamatan Cicurug kembali meluap dan merendam sembilan rumah. Tak hanya itu, bencana banjir juga melanda wilayah Desa Buni Asih, Kecamatan Tegalbuleued.

Sekretaris BPBD Kabupaten Sukabumi, Anita Mulyani menyebutkan, pihaknya sudah menyiagakan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) yang ada di masing-masing kecamatan. “Hujan deras yang terjadi sejak siang sampe sore hari, memang cukup berdampak besar,” terangnya. Dikatakannya, hingga saat ini, para petugas P2BK melakuakan assesment disetiap lokasi bencana,” jelasnya.

Dari laporan yang dihimpun dari Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, yang cukup parah terjadi di Kampung Ciseupan Hilir RT 03 RW 06 Desa Seuseupan, Kecamatan Caringin Caringin yang merusak tiga rumah dan satu tempat ibadah. “Tiga rumah dan satu mushola terdampak longsoran di Caringin. Hingga saat ini, petugas masih melakukan penanganan di lokasi kejadian,” ujar Anita.

Selain longsor, Sungai Cibeber, Kecamatan Cicurug kembali meluap sehingga luapan air merendam sembilan rumah. Ketingian air yang masuk mencapai 3 meter. “Petugas gabungan juga tengah melakukan penanganan di lokasi kejadian, serta mengevakuasi para korban,” sebutnya. Pada seluruh titik bencana, tidak terlapor adanya korban jiwa. Hanya saja, beberapa jiwa terpaksa harus mengungsi karena rumah yang dihuni tidak aman untuk ditinggali. “Korban jiwa belum terlapor, termasuk kerugian secara keseluruhan masih dalam penghitungan,” katanya.

Tak hanya longsor, bencana banjir juga menerjang wilayah Desa Buni Asih, Kecamatan Tegalbuleued. Salah seorang anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kecamatan Tegalbuleud, Ramdhan Arif Firmansyah mengatakan, meski tidak ada korban jiwa, namun akibat banjir ini berdasarkan asessment sementara, sedikitnya 10 rumah warga telah terendam akibat dari luapan sungai Cipanje. “Banjir ini bermula saat wilayah ini diguyur hujan deras,” kata Ramdhan, Senin (26/10/20).

Bencana banjir di wilayah tersebut kerap terjadi dan sudah menjadi langganan setiap memasuki musim hujan. Ini terjadi karena hujan deras dan pasangnya air laut dari pantai Tegalbuleud. Sehingga, aliran air dari sangai Cipanje terhambat masuk ke laut. “Iya, air dari sungai Cipanje tidak bisa masuk ke laut. Karena, kondisi air lautnya tengah pasang. Sehingga airnya kembali lagi ke muara Cibuni. Tidak lama setelah itu, meluap dan meredam rumah penduduk,” paparnya. Akibat banjir tersebut, selain menerjang pemukiman penduduk, juga telah meredam sekitar 30 hektare lahan pesawahan warga. Selain itu, derasnya air luapan sungai Cipanje juga telah menyebabkan warga dari sejumlah perkampungan mulai dari Kampung Puncak Kadongdong, Cidadap dan Kampung Citapen tidak bisa melintas ke daerah Sukamaju Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud. “Pusat banjir berada di daerah Cipaten. Sementara untuk ketinggian air, mulai dari lutut orang dewasa sampai leher orang dewasa,” ujarnya.

Saat ini, kondisi banjir sudah kembali surut. Meski warga tidak ada yang dilakukan evakuasi, namun ia bersama pemerintah setempat tetap siaga dan waspada untuk mengantisipasi bencana banjir susulan.

Terlebih lagi, saat ini tengah memasuki musim hujan. “Kita masih berada dilapangan dan memantau kondisi air. Untuk jumlah kerugian belum kita ketahui, karena kita masih fokus dalam penanganan mitigasi bencana,” tandasnya.

Flag Counter

Berita Populer

Flag Counter