Fokus Kab Ciamis Pemerintahan Sosial

Panen Raya 150 Ha di Desa Purwajaya Kabupaten Ciamis, Supriatna Gumilar : Sawah Kita Itu Indah Kebun Kita Itu Indah

Reporter : Alvine

KAB.CIAMIS.FOKUSPRIANGAN.ID – Panen Raya seluas 150 Ha Kelompok P3A Sido Makmur Desa Purwajaya Kecamatan Purwadadi Kabupaten Ciamis dilaksanakan Sabtu, (24/10/2020). Adapun provitas yang dihasilkan dari panen raya hari itu yakni kisaran 6 sampai 7 ton per hektar.

Hadir dalam kegiatan Anggota DPRD Fraksi PAN Supriatna Gumilar, Bupati Ciamis Diwakilkan Oleh Kadis Pertanian, Sekdis SDA Provinsi Jawa Barat, Camat Purwadadi, Kapolsek Purwadadi beserta jajarannya, Danramil Purwadadi beserta jajarannya.

Anggota DPRD Fraksi PAN Supriatna Gumilar mengungkapkan bahwa petani merupakan pejuang yang harus tetap mempertahankan hasil panen demi kebutuhan rakyat apalagi di masa pandemi.

Ia juga memberikan semangat kepada petani karena di masa pandemi saat ini, hampir seluruh sektor mengalami minus, tapi hal itu berbeda dengan sektor pertanian.

“Pandemi COVID-19 ekonomi di seluruh dunia minus, yang positif hanya pertanian. Ekspor jalan terus jadilah pahlawan nasional di tengah pandemi COVID, hasil berasmu dibutuhkan rakyat,” katanya.

“Sawah kita itu indah kebun kita itu indah maka dari itu kita harus bisa melestarikan dan menjaganya.tidak bisa di pungkiri akhir akhir ini muncul bahkan sebenarnya ini sudah menjadi klimaks persoalan dari dulu, saat panen padi para petani mengeluhkan harga beras murah. Mencukil dari persoalan tersebut, saya sudah akan mendatangkan mesin padi untuk menjadi beras dari medium menjadi premium dan nantinya ini akan di pakai oleh para petani Purwadadi,” jelas Supriatna yang akrab disapa Cuking.

“Kenapa demikian, karena hal itu hasil panenan dari medium bisa menjadi premium. Mengingat Program pemerintah seperti BPNT ini pun sangat membutuhkan beras dengan kualitas premium (baik/terbaik). Untuk itu dirinya bersama para kelompok tani sudah sepakat akan menampung hasil jualan petani bidang padi ini ke kita. Kita akan tampung tentu dengan harga yang sangat tidak anjlok,” Ujarnya.

Tentu ini miris memang wilayah Purwadadi – Lakbok yang sudah sekian puluh tahun menyandang icon sebagai lumbung padi namun masih saja banyak areal persawahan hingga ratusan hektar yang tidak lancar sistem pengairannya.

Menanggapi beberapa persoalan yang disampaikan beberapa pihak, Supriatna Gumilar menyampaikan, beberapa minggu yang lalu dirinya sudah mengumpulkan dengan beberapa Kelompok Tani dan akan mendirikan SP3T untuk wilayah Purwadadi. Ini pun tentu masih banyak persoalan teknis, seperti elepasi air posisi di atas dari elepasi sungai Citanduy.

“Bila perlu untuk dapat mewujudkan wilayah Purwadadi makmur hasil panenannya datangkan ahli demi bisa menciptakan agar aliran air ke wilayah Purwadadi ini bisa twrwujud lebih baik atau lancar,” Katanya.

Supriatna akan tetap konsentrasi memikirkan dan tidak akan tinggal diam demi mewujudkan apa yang menjadi keinginan warga yang notabene petani ini. Dirinya pun akan melobi Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten bagaimana agar ini bisa terwujud pengairan. “Ya, miris jika ada petani mati di lumbung padi,” sesalnya.

Di pastikan mulai bulan depan melalui SP3T yang kebetulan diketuai Supriatna Gumilar, sudah akan bisa di pakai bantuan mesin yang bisa mengolah padi dari medium menjadi premium. “Sekali lagi itu nanti salah satu untuk sementara membantu petani saat panen harga jual padi murah. Ini lah yang menurutnya tidak ingin terjadi lagi iatilah kata “Petani Mati di Lumbung Padi”, Pungkasnya.

Supriatna meminta kepada Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten maupun instansi lain jika ada permohonan bantuan dari bawah seperti hal nya Purwadadi, Lakbok dan wilayah Pamarican, Banjarsari dan Banjaranyar jangan di persulit dan yakini bahwa wilayah kami ini pun ada atau terlahir tentu dengan senyuman ilahi, maka di senyumi dan di perhatikan bantuan yang diusulkan,” Harapnya.

Flag Counter

Berita Populer

Flag Counter