Fokus Cianjur Sosial

Perangkat Desa Cinangsi Ngamuk Dan Usir Disa’at Wartawan Ajak Bicara

Reporter : Tim Cianjur

KAB.CIANJUR.FOKUSPRIANGAN.ID – Wartawan adalah profesi sebagai kontrol Sosial yang dilindungi oleh undang-undang hal tersebut tertuang dalam Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, namun sayang kegiatan kontrol sosial wartawan dari fokuspriangan.id dan tirasnusantara.com serta dua rekannya mendapat perlakuan yang tidak senonoh dari oknum Staf Desa Cinangsi, Selasa, (20/10/20).


Kejadian tersebut pada saat para wartawan sedang melaksanakan tugas jurnalistiknya untuk berkunjung ke Desa Cinangsi Kecamatan Cikalong Kulon Kabupaten Cianjur, sambil menunggu Kepala Desa, Andri, wartawan fokuspriangan.id dan wartawan tirasnusantara.com dan dua rekannya menanyakan photo Wakil Presiden yang tidak terpasang di ruang pelayanan.

Tiba-tiba salah seorang oknum staf desa dengan angkuhnya menjawab bahwa Ia adalah staf desa, lalu mengamuk, melempar dan usir para wartawan tersebut. Ke empat wartawan tersebut iyalah, Andri S kabiro fokuspriangan.id dan Lukman Hakim (Korwil fokuspriangan.id) dan dua wartawan dari tirasnusantara.com Asep Dedi dan Hendra Maulana.

“Kamu lihat tidak pakaian saya, saya adalah staf desa, pakaian ini adalah penanda bahwa saya perangkat desa.” Ucap staf Desa tersebut dengan angkuh.

Sebelum insiden terjadi, Andri sempat mengenalkan diri dan mengeluarkan surat tugasnya.” Ini surat tugas saya bu, saya awak media, dan ibu sebagai pelayan masyarakat harus menunjukan sikap yang ramah, salam sapa santun itu harus ada, tiba tiba, staf desa tersebut memukul meja sambil mengusir kami, disitulah dia ngamuk dan melempar berkas dan kursi plastik sampai mau mengenai wartawan tirasnusantara.com, dia teriak dan mengamuk bahwa tidak ingin kelakuannya di rekam awak media.” Kata Andri menirukan ucapan oknum staf desa Cinangsi.

Lanjut Andri.” Saya dan rekan rekan keluar karena mencegah sesuatu yang tidak di inginkan terjadi, karena melihat amukan staf desa itu, dan perangkat desa lainnya mencoba menenangkan staf desa yang seorang ibu ibu itu, kemudian staf desa lain nya mengatakan bahwa kami disuruh menunggu kepala desa, namun kira kira 25 menit menunggu, kami masih tidak bisa bertemu Kepala Desa karena sedang menerima tamu, hingga pada akhirnya kami putuskan pergi dan mengadu ke PWI, namun ketua PWI belum bisa bertemu kami karena masih sibuk dan mengatakan bahwa ketua PWI akan menemui kami setelah beres tugasnya” Paparnya.

Sampai berita ini di terbitkan kami belum bertemu dengan Kepala Desa terkait.

Flag Counter

Berita Populer

Flag Counter