Fokus Kab Tasik Pemerintahan Sosial

DPUTRPP Kabupaten Tasik Gelar Acara Sosialisasi Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni

Reporter : Wawan

KAB.TASIK.FOKUSPRIANGAN.ID – Bertempat di gedung aula kantor Dinas DPUTRPP Kab.Tasikmalaya digelar acara sosialisasi terkait dengan perubahan juklas juklis kegiatan perbaikan rumah tidak layak huni yang sumber anggarannya dari Provinsi Jawa Barat tahun 2020. Selasa (20/10/20).

Adi Abdulah selaku Kasi Perencanaan Bidang Perumahan mengatakan untuk sosialisasi untuk saat ini untuk 51 desa dan juga 51 LPM, dan yang pada intinya kegiatan rutilahu itu dibiayai oleh PEN (Pemerintah Ekonomi Nasional) bahwa dalam sosialisasi tersebut ada hal yang harus disampaikan ke masyarakat juga diketahui oleh LPM khususnya pelaksana kegiatan, di samping juga kegiatan ini tujuannya untuk kondusifitas dilapangan agar program Rutilahu ini bisa terlaksana dengan baik, seperti untuk pelaporan, pelaksanaan sampai nanti peradministrasian lengkap.”Katanya.

lanjut Adi, di tahun 2020 ini untuk pembangunan rumah tidak layak huni sekitar 1020 unit dan kalo digabungkan dengan kegiatan lain ada sekitar 4186 unit yang masuk di tahun 2020 sehingga untuk di tahun 2021 akan sampai sekitar 44 ribu unit dan mudah-mudahan bisa mencapai target,”ujarnya.

Berharap setelah digelarnya acara sosialisasi ini baik TFL dan LPM bisa melaksanakan kegiatan rutilahu sesuai dengan juklas juklis yang baru,”pungkasnya.

Ditempat terpisah Herdis salahsatu KORPAS (koordinator pasilitator) menerangkan acara sosialisasi perubahan juklas dan juklis ini tiada lain adalah pendana’an ini sedianya dari APBD provinsi murni dan masuk program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) yang pendanaanya mendapat pinjaman dari BUMN salahsatunya SMI (Sarana Multi Infrastruktur) serta untuk yang hadir dalam acara ini hanya ketua LPM dan para TFL serta pendamping lapangan.

Untuk rencana dana yang akan masuk buat pembangunan rutilahu itu sekitar awal bulan November dan sampai saat ini masyarakat pun masih berharap mengenai dana yang akan turun untuk pembangunan rutilahu, dan berharap setelah adanya sosialisasi perubahan juklas dan juklis ini masyarakat tidak terus bertanya-tanya terkait dana rutilahu dan masyarakat tinggal menunggu dana masuk ke rekening LPM nya masing masing,’katanya.

Dari KORPAS sendiri berharap untuk penerima manfaat seyogyanya dalam keterlambatan ini bisa bersabar sekaligus mempersiapkan untuk lebih matang lagi dalam persediaan dan mudah-mudahan dalam pelaksanaan nanti Masyarakat bisa melaksanakan sesuai dengan aturan yang telah diberlakukan.

Lanjut Herdis dalam program ini adalah stimulus dalam artian rangsangan dengan besar anggaran rp 17,5 juta dan untuk calon penerima manfaat harus diwajibkan mempersiapkan adanya swadaya,”pungkasnya.

Flag Counter

Berita Populer

Flag Counter