FOKUS SUKABUMI Sosial

Ratusan Buruh di Sukabumi Gelar Aksi Unjukrasa Tiada Henti Tolak Omnibus Low

Reporter: Rusdi

SUKABUMI.FOKUSPRIANGAN.ID – Aksi unjukrasa penolakan pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja di Sukabumi masih terus berlanjut hari ini, Rabu (14/10/2020). Kali ini ratusan buruh yang tergabung dalam wadah Koalisi Masyarakat Pekerja Sukabumi (Kompas) melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Pendopo Sukabumi, tepatnya di Jalan Raya Ahmad Yani, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, massa yang terdiri dari beberapa organisasi buruh ini, terlebih dahulu melakukan long march mulai dari Lapang Merdeka Kota Sukabumi sampai ke Jalan Raya Ahmad Yani, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. Setiba di lokasi, massa langsung blokade jalan dan melakukan orasi di depan gerbang Gedung Pendopo Sukabumi.

Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Federasi Kehutanan Industri umum Perkayuan Pertanian dan Perkebunan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (F Hukatan KSBSI) Kabupaten Sukabumi, Nendar Supriatna mengatakan, ratusah buruh yang tergabung dalam wadah Kompas ini, sengaja melakukan aksi unjukrasa ke Gedung Negara Pendopo Sukabumi, untuk menyampaikan kekecewaan para buruh terkait disahkannya omnibus law.
“Pada saat pandemi Covid-19 ini, seharusnya DPR RI lebih fokus terhadap virus ini. Nah, ini mereka malah menjual nasib buruh untuk menjadikan karpet merah investasi. Faktanya kondisi sekarang masih banyak yang menjadi korban PHK dan banyak buruh yang di rumahkan bukannya DPR RI fokus pembenahan, ini sidang untuk rakyat siang-siang tidur. Tetapi waktunya malam malah bangun untuk melakukan pengesahan omnibus law,” kata Nendar saat melakukan orasi didepan massa aksi yang memblokade jalan.

Setelah melakukan orasi, sejumlah perwakilan buruh langsung melakukan mediasi dengan DPRD dan pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi, sekitar pukul 11.30 WIB. “Kami meminta anggota DPR RI asal daerah pemilihan Sukabumi hadir disini untuk menjelaskan dan mengkalrifikasi tentang UU Cipta Kerja,” tandasnya.

Flag Counter

Berita Populer

Flag Counter