Fokus Cianjur Sosial

Kasus Yuyu TKW Asal Cikalongkulon Menjadi Perhatian Khusus KJRI Jedah

Reporter: Andri.S

KAB.CIANJUR.FOKUSPRIANGAN.ID – Masih ingat dengan Yuyu Binti Engkos yang menjadi TKW di Taif Arab Saudi. Yuyu gadis asal Kecamatan Cikalongkulon itu menjadi TKW atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) sejak dirinya berusia 16 tahun.

Yuyu saat itu di berangkatkan oleh PT.Tirtama Megah Abadi dengan bantuan Seponsor pada tahun 2007 dan sampai saat ini di kabarkan belum kunjung pulang.

Menurut keluarga PMI tersebut Yuyu adalah sosok yang pendian dan tidak pernah kemana mana, Yuyu hanya beraktivitas sebagai guru ngaji di kampungnya. Namun Yuyu berkeinginan berangkat ke Arab Saudi dengan harapan ingin memperbaiki tarap hidup yang lebih baik.

Alih alih mendapat kebahagiaan Yuyu malah hilang kontak dan tidak ada kabar, cemas dengan hal itu, keluarga Yuyu melalui Pamannya mencoba mencari informasi tentang keponakannya itu.

Seperti pada pemberitaan sebelumnya, Paman Yuyu Ustad Amang Sodikin, akhirnya mengadukan hal tersebut kepihak Disnaker kabupaten Cianjur dengan Seponsor yang dulu membantu keberangkatannya tersebut, kemudian melanjutkan pengaduannya ke Intansi Intasi terkait lainnya, hingga akhirnya keluarga Yuyu dapat berkomunikasi kembali dengan Yuyu.

Tidak Cukup disitu, harapan keluarga Yuyu menginginkan Yuyu pulang dan berkumpul bersama keluarganya, karena melihat kondisi orang tuanya yang sudah menua dan selalu menangis merindukan sosok Yuyu.

Kini kasus Yuyu telah menjadi perhatian Kusus dari KJRI Jedah dan pemerintahan Indonesia akan terus berupaya agar Yuyu dapat berkumpul kembali dengan keluarganya.

Seperti yang di Ungkapkan Tim Pelayanan dan Pelindungan KJRI Jeddah, Kun Rizki, melalui sambungan Whatsap, Selasa, (13/10/20) kepada fokuspriangan menuturkan.” Untuk kasus Yuyu BT Engkos, proses penanganan akan terus kita lakukan. Nomor-nomor majikan akan terus kita coba hubungi. Pelindungan terhadap WNI akan terus dikedepankan dengan tetap memperhatikan hukum yg berlaku dan etika diplomatik yang ada.” Kata Kun Rizki.

Lanjut Kun Rizki.” Kami berharap kasus ini bisa diselesaikan sesegera mungkin. Komunikasi dengan Pemerintah Saudi akan terus kita lakukan.” Tandasnya.

Kun Rizki, Tim Pelayanan dan perlindungan Jedah juga berpesan kepada Keluarga Yuyu, bahwa pihaknya telah benar benar memberi perhatian khusus terhadap permasalahan yang di alami Yuyu.

” Insya Allah Konjen beserta jajarannya menaruh perhatian khusus terhadap kasus ini. Mohon doanya semoga upaya-upaya yang kami lakukan diberikan kelancaran dan kemudahan.” Ujarnya.

Selain kepada keluarga Yuyu, Pihak KJRI Jedah Juga berpesan kepada masyarakat umum agar selalu memperhatikan dan memastikan dokumen keimigrasian yang digunakan serta memahami isi kontrak kerja untuk mengetahui hak dan kewajibannya menjadi TKW dan memastikan bahwa proses keberangkatannya melalui prosedur yang telah ditetapkan Pemerintah Indonesia.

” Dan Bagi mayarakat kami berpesan bahwa. Pelindungan bagi diri sendiri merupakan perisai pertama bagi WNI/PMI yang akan berangkat ke luar negeri. Salah satunya langkahnya dengan memastikan dokumen keimigrasian yang digunakan serta memahami isi kontrak kerja untuk mengetahui hak dan kewajibannya sebagai PMI. Pastikan pula proses keberangkatan melalui prosedur yang telah ditetapkan Pemerintah RI. Selanjutnya Lakukan lapor diri ke Perwakilan RI baik melalui Portal Peduli WNI maupun datang secara langsung. Dengan demikian, Perwakilan RI mengetahui data WNI/PMI dan bisa segera membantu sekiranya WNI/PMI mengalami masalah. Segera hubungi hotline/call center Perwakilan RI dalam hal ada permasalahan darurat.” Papar Kun Rizki Tim Pelayanan dan Pelindungan KJRI Jedah.

Flag Counter

Berita Populer

Flag Counter