FOKUS SUKABUMI Sosial

Tolak Omnibus Low Ratusan Mahasiswa Sukabumi Gelar Aksi Unjukrasa Lagi

Reporter: Rusdi-Guntur

SUKABUMI.FOKUSPRIANGAN.ID – Aksi unjukrasa penolakan UU Ciptaker oleh ratusan mahasiswa dari berbagai Universitas dan perhimpunan kembali digelar didepan Balai Kota dan DPRD Kota Sukabumi. Kali ini, ratusan mahasiswa dari berbagai kampus yang turun aksi merupakan gabungan dari Aliansi BEM Sukabumi (ABSI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Sukabumi, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sukabumi serta Organisasi Kepemudaan (OKP) lainnya. Dalam aksinya, ratusan mahasiswa tersebut menagih janji Pemkot Sukabumi soal Yudisial review dan menuntut DPRD Kota Sukabumi untuk menolak UU Cipta Kerja secara tertulis, serta menuntut pihak Kepolisian untuk bertanggung jawab terkait beberapa mahasiswa yang terluka setelah bentrok dengan aparat, Kamis, (9/10/2020).

Pantauan di lapangan,  sebelum bergerak ke Balai Kota Sukabumi dan DPRD Kota Sukabumi, ratusan mahasiswa mulai berkumpul  sekitar pukul 10.00 WIB. Senin, (12/10/2020). Sekitar pukul 11.30. WIB mahasiswa mulai bergerak kerarah Balai Kota Sukbumi. Setiba nya di Balai Kota Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni menyambut kedatangan mahasiswa. “Dalam aksi sebelumnya bahwa wali kota telah sepakat akan menyelesaikan yudisial review, namun hingga saat ini belum juga selesai,” kata seseorang mahasiswa pada orasinya didepan Balai Kota.

Sementara itu, Wali Kota Sukabumi Acmad Fahmi, mengatakan pihak masih melakukan yudisial review dan belum selesai, hasil kajian sementara itu diserahkan pada mahasiswa. “Yudisial review tersebut masih dikalakukan, dan belum selesai, namun untuk menyakinkan rekan-rekan mahasiwa kita akan sampaikan,” katanya.

Sedangkan, Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sumarni mengatakan, pihaknya sangat menyangkan atas insiden kericuhan antara mahasiswa dan petugasnya. “Atas kejadian kemarin, saya sekalu pimpinan diwilayah hukum Polres Kota Sukabumi, serta penanggung jawab dalam aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh tersebut,” kata Sumarni.

Flag Counter

Berita Populer

Flag Counter