Fokus Kota Tasik Sosial

Asep Rijal Berharap Dengan Adanya Musibah Longsor, Pihak Pemkot Tasik Dapat Turun ke Lokasi Untuk Support Warga

Reporter : H Amir

KOTA TASIK, FOKUSPRIANGAN.ID – Akibat hujan deras yang turun pada Sabtu malam (03/10/2020) mengakibatkan tembok halaman di Madrasah Ibtidaiyah Al-Mukhtariyah yang beralamat di Rancamacan RT 02 RW 01 Kelurahan Cipari Kecamatan Mangkubumi tidak stabil dan longsor.

Posisi Madrasah ini memang terletak diatas, jadi pas terjadi longsor tembok halaman dengan panjang 5 meter, tinggi 3 meter menimpa dapur salah satu rumah warga.

Ketua Yayasan Al Mukhtariyah, Asep Rijal Asy’arie menceritakan kronologis kejadiannya memang pada Sabtu malam hujan deras, memang disaat hujan deras yang harus pula diantisipasi oleh masyarakat yakni masalah longsor yang bisa saja terjadi.

“Pada Minggu pagi (04/10/2020) sekitar pukul 06.00 WIB pemilik rumah merasakan ada sesuatu yang janggal terdengar, pas dilihat tembok halaman sekolah longsor. Mendapati hal tersebut pemilik rumah pun menghubungi kami, tak lama berselang saya bersama warga berkumpul dan gotong royong untuk bekerja guna mengantisipasi hujan susulan yang kita tidak tahu kapan akan turun dan akan mengakibatkan pola longsoran juga. Dengan adanya musibah ini kami pun melapor ke Bapak Walikota, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Ke Kecamatan Mangkubumi, ke Polsek Mangkubumi dengan maksud penyampaian deteksi dini untuk kasus-kasus bencana, karena masalah bencana kan perlu diantisipasi,” kata Asep Rijal.

Kami dan juga warga masyarakat disini berharap pihak Pemkot dan BPBD dapat turun ke lapangan untuk melihat, mungkin ada yang harus diambil tindakan lebih lanjut,” lanjutnya.

“Pihak BPBD Kota Tasikmalaya sudah datang ke lokasi untuk memberikan sumbangan kepada keluarga korban berupa beras sebanyak 25 kg, mie instant lainnya . Kami pun menyampaikan pesan dari Bapak Walikota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman bahwa dirinya turut berbela sungkawa atas musibah yang terjadi di wilayah Rancamacan. Dalam musibah ini tidak ada korban jiwa, karena longsor ini menerobos dapur milik warga, kerugian yang diderita sekitar Rp 10 juta. Dengan adanya musibah longsor ini diharapkan pihak Cipta Karya dapat pula datang kelokasi untuk melihat kondisi ini kemudian dibantu dalam hal pembuatan Tembok Penahan Tanah (TPT). Masyarakat sekarang menyiapkan untuk membangun lagi dapur rumah warga yang terdampak bencana longsor dan juga membangun Tembok halaman sekolah. Sementara yang akan kita lakukan adalah membangun tembok halaman sekolah baru sesudah itu dapur rumah warga. Berharap bahwa Pemerintah bisa juga turun ke lapangan dengan maksud untuk mensupport warga bahwa warga tidak sendirian tetapi ada juga peran Pemerintah yang hari ini ikut berpartisipasi. Kami tidak mau, ada warga khususnya keluarga korban yang merasa sendirian ada support dari Pemerintah minimal memberikan dorongan moral kepada keluarga korban,” ucapnya.

Flag Counter

Berita Populer

Flag Counter