Fokus Bogor Sosial

FRC, Lakukan Aksi Demonstrasi, Tuntut Hak Yang Diduga Telah Direbut Oleh PT. MNC

Reporter: Fajar

BOGOR.FOKUSPRIANGAN.ID – Forum Rakyat Ciletuh (FRC), Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, melakukan aksi demontrasi dan menuntut hak tanah atas apa yang diduga telah direbut secara paksa oleh PT. MNC Land, anak perusahaan dari MNC Group, dibawah pimpinan konglomerat Hary Tanoesoedibjo.

Aksi demontrasi tersebut di ikuti oleh ratusan warga Ciletuh, mahasiswa dari Universitas Djuanda, Universitas Pakuan dan PMII, yang bertempat di depan pintu gerbang menuju lokasi pembangunan tempat wisata, Lido Bogor yang di klaim terbesar Se Asia Tenggara dengan sebutan Disneyland.

Berdasarkan keterangan dari Ketua Forum Rakyat Ciletuh, Jaja mengatakan, tepat di Hari Tani Nasional ke-56, yang jatuh pada Kamis, (01/10/20). “Kami melakukan aksi demontrasi ini, merupakan sebuah tuntutan hak kami atas tanah kami yang diduga telah dirampas, pasalnya kami merasa tertipu ketika pihak PT. MNC mengundang masyarakat Kp. Ciletuh di hotel Lido resort untuk sosialisasi izin lokasi dan mengisi daftar hadir, namun daftar hadir tersebut dijadikan sebagai salah satu persetujuan warga untuk terbitnya surat izin lokasi, padahal pertemuan itu belum disepakati oleh warga,” tutur Jaja.

Diungkapkannya, bahwa surat izin lokasi yang di buat oleh pihak PT. MNC sudah terbit lalu, dengan leluasa PT. MNC membuat pagar beton yang membuat masyarakat setempat terasingkan. “Untuk itu sekali lagi kami ingatkan, bahwa masyarakat Kp. Ciletuh tidak pernah menandatangani surat persetujuan izin lokasi, kalaupun pertemuan yang terjadi pada tahun 2014 di hotel Lido resort tersebut ,hanya pimbicaraan awal tentang sosialiasi izin lokasi. Bukan bentuk persetujuan warga untuk izin lokasi, “ujarnya.

Masih kata Jaja, atas kejadian ini, pihaknya menuntut legalisasi pemakaman umum warga Ciletuh, mengusut tuntas dugaan manipulasi izin lokasi yang dilakukan oleh PT. MNC Land, dan Menuntut pihak PT. MNC Land melakukan ganti rugi atas tanah garapan.

Sementara itu, koordinator demonstrasi dari pihak mahasiswa, Wahab mengatakan, dirinya selaku mahasiswa sangat prihatin kepada penguasa yang telah melalaikan Undang Undang Pokok agraria (UUPA) No.5 tahun 1960 dan Pasal 33 UUD.1945, sehingga rakyat semakin tertindas dan miskin.

Terpisah, Kapolsek Cijeruk AKP Nurahim mengatakan, dimasa bencana pandemi covid-19. “Kami tidak pernah mengeluarkan izin untuk berdemonstrasi atau berkumpul, karena hal ini melanggar portokol Covid-19,” tandasnya.

Flag Counter

Berita Populer

Flag Counter