Fokus Bogor Sosial

Dampak Proyek PT KAI Double Track Bogor – Sukabumi Kantor Desa Ciadeg Bogor Kondisinya Memprihatinkan

Reporter : Fajar. G

BOGOR FOKUSPRIANGAN.ID – Diduga Akibat dampak dari Proyek PT. KAI Double Track Bogor Sukabumi, membuat Kantor layanan Pemerintah Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor terganggu. Pasalnya kondisi kantor yang hanya seluas 4×6 meter tersebut sangat memprihatikan dan tidak layak untuk menjadi sebuah kantor pemerintahan desa.

Pantauan dilapangan menyebutkan, kondisi kantor sangat miris dan memprihatinkan, segala fasilitas perangkat desa tidak ada, dan kantornya pun begitu sempit. “Benar memang kantor desa jadi menyempit, tidak ada fasilitas perangkat desa sehingga pelayanan pemerintah desa tidak berjalan secara optimal, mengingat kantor lama terdampak tahapan pembangunan double track rel kereta api Bogor – Sukabumi,” kata Kepala Desa Ciadeg, Wahyu Rahayu kepada awak media, Kamis (17/9/2020).

Menurutnya, kejadian ini bermula sekitar tahun 2019 lalu, PJS Kepala Desa Ciadeg Zuma melakukan kebijakan untuk menerima uang kerohiman dari pihak PT. KAI sebesar 60 juta, saat itu PT KAI memberikan ganti rugi bangunan, mengingat akan dilakukan pengerjaan pembuatan jalur kereta api double track dan menyita lahan gedung kantor Desa Ciadeg seluas 2 m2.

“Sehingga luas Kantor Desa Ciadeg berkurang, dan pembongkaran gedung terkesan dilakukan secara tergesa-gesa, sehingga dapat menghawatirkan konstruksi gedung Kantor Desa tersebut,” ujarnya.
Wahyu Rahayu yang baru menjabat sebagai Kepala Desa Ciadeg tidak tahu-menahu tentang proses MOU yang dilakukan antara PT KAI dengan Kepala Desa Ciadeg yang waktu itu dijabat oleh PJS Zuma.

“Kami sudah berusaha meminta kuitansi asli dari pihak PT KAI Daops Bandung melalui Ibu Susi, dan PT Rindang sejati yang waktu itu menjanjikan untuk diberikan Kepada Kepala Desa Ciadeg, namun nyatanya sampai saat ini belum terealisasi, “ungkap Wahyu Rahayu yang didampingi oleh Sekdes Ciadeg.
Selain itu, ucapnya, masyarakat Desa Ciadeg berharap agar gedung Kantor Kepala Desa Ciadeg segera terwujud agar pelayanan publik di Desa Ciadeg berjalan normal kembali.

Wahyu mengatakan, bahwa anggaran untuk membangun gedung Kantor Kepala Desa sangat terbatas, di samping itu pihaknya juga mengharapkan agar dana bantuan Provinsi segera cair sehingga dapat segera membangun kantor Kepala Desa. “Kami menempati gedung sementara ini entah sampai kapan, namun kami selalu bersemangat untuk melayani keperluan masyarakat baik administrasi maupun yang lainnya, secara maksimal,” tandas Wahyu.

Berita Populer

Flag Counter
Flag Counter