Fokus Kota Banjar Pendidikan

SMKN 2 Kota Banjar Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Reporter: Zaenal Abidin

KOTA BANJAR, FOKUSPRIANGAN.ID – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Kota Banjar mulai menggelar pembelajaran tatap muka. SMKN 2 Kota Banjar menjadi sekolah model pembelajaran tatap muka di Kecamatan Purwaharja Kota Banjar.

H. Dedi Satriadi, S.Pd., M.Pd., Wakasek Kesiswaan SMKN 2 Banjar mengatakan, semua pihak yang terlibat dalam pembelajaran tatap muka, baik itu siswa atau guru diwajibkan mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan tim gugus tugas Covid. Penerapan 3M, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak wajib dilakukan.

“Sebelum masuk wajib cuci tangan kemudian dilakukakan cek suhu tubuh, suhu tubuh normal baru bisa masuk kelas. Selama pembelajaran di kelas kita juga tetap menjaga jarak, ada jarak 1,5 m – 2 m dari siswa satu ke siswa lain,” kata Dedi. Rabu (16/9/2020).

Kemudian Dedi menjelaskan, para siswa yang melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) akan dibagi menjadi dua kelompok, kelompok A dan kelompok B. Setiap kelompok mempunyai waktu terjadwal untuk mengikuti PTM alias bergilir. Setiap kelas hanya diisi 10 – 18 siswa dengan durasi belajar selama 4 jam.

“Kita kasih Face Shield untuk siswa kemudian mereka bawa 2 masker, satu untuk cadangan. Selain itu para siswa juga membawa hand sanitizer sendiri dan makanan sendiri. Para siswa juga dianjurkan untuk diantar oleh orang tua,” jelas Dedi.

Lebih lanjut, Dedi menerangkan, proses pembelajaran tatap muka di SMKN 2 Banjar berada di bawah pengawasan tim gugus tugas Covid Kota Banjar. Semua siswa yang mengikuti PTM harus mengantongi ijin dari orang tua. Kendati demikian, tidak ada paksaan dari pihak sekolah untuk mengikuti PTM.

“Kalau ada orang tua yang keberatan, pembelajaran secara daring bisa dilakukan. Untuk SMKN 2 Banjar semua setuju,” tuturnya.

Sementara itu, Karlina, siswi kelas 10 jurusan Desain Permodelan Informasi Bangunan (DPIB) mengaku sangat senang bisa mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah. Ia menuturkan, lebih gampang memahami materi pembelajaran secara tatap muka dengan guru daripada melalui pembelajaran secara online atau daring.

“Bisa interaksi sama temen-temen juga. Jadi intinya belajar di sekolah lebih seru,” tutur Karlina saat ditemui FokusPriangan.id usai pembelajaran.

Berita Populer

Flag Counter
Flag Counter