Fokus Cianjur Pendidikan Sosial

Diduga Sekolah Dasar Negri Adakan Infak Berasa Pungutan 150 Ribu Untuk Bangunan Sekolah

Reporter: Andri.S

KAB.CIANJUR.FOKUSPRIANGAN.ID – Dimasa pandemi, pemerintah mengeluarkan beberàpa kebijakan yang meringankan beban masyarakat serta menggelontorkan bantuan bantuan kesetiap daerah. Namun lain hal nya dengan salah satu Sekolah Dasar Negri (SDN) di Kabupaten Cianjur, sekolah ini malah mengadakan infak sebesar 150 ribu rupiah. Infak tersebut bukan untuk warga miskin terkena dampak Covid-19 Namun infak itu diperuntukan untuk membangun kelas.

Informasi yang berhasil kami hinpun dari beberapa sumber orang tua murid memang benar adanya infak tersebut. Menurut orang tua murid yang enggan di sebutkan namanya, menuturkan bahwa hasil dari infak tersebut akan dipergunakan untuk membangun kelas, dan total infak sebesar 150 ribu itu harus selesai sesuai dalam

” memang ada infak itu, katanya untuk membangun kelas, infak nya dalam surat edaran itu sebesar 150 ribu boleh di cicil sampai bulan desember mendatang. Tapi yah kan lagi kaya gini lagi masa pandemi uang nyarinya susah harus ada infak sebesar 150 ribu, makanya sayamah da belum bayar da belum punya uang.” Tutur Orang tua murid sekolah tersebut. Rabu, (09/10/20), di kediamannya.

Salah satu guru yang katanya mewakili kepala sekolah dan komite membenarkan adanya infak tersebut. Menurutnya infak itu tidak ditarget atau dipatok seperti yang terera dalam surat edaran yang di berikan kepada orang tua atau wali murid.

” Iya, memang ada infak itu, cuman tidak seperti yang di maksud, tidak dipatok berapapun kami terima.” Kata Salah satu guru yang menyambut kedatangan awak media di ruang guru. Kamis (10/09/20).

Awak media mempertanyakan dan meminta di pertemukan dengan komite atau kepala sekolah. Namun Guru tersebut menerangkan bahwa kepala sekolah sedang ada kegiatan dan komite sedang berobat.

” Oh, kepala sekolah sedang ada kegiatan pak, dan komitenya tadi mau berobat, katanya mau periksa gigi.” Kata guru yang mengaku wali kelas 1 sekolah dasar tersebut.

Saat berita ini di tayangkan awak media masih menunggu klarifikasi selanjutnya pihak sekolah.

Berita Populer

Flag Counter
Flag Counter