Fokus Kota Tasik Sosial

Pembukaan Supervisi Dan Pendampingan Program dan Kegiatan Utama Kementrian Pertanian Lingkup Kota Tasikmalaya

Reporter : Tim

KOTA TASIK, FOKUSPRIANGAN.ID – Bertempat di salah satu hotel di Kota Tasikmalaya telah dilaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Supervisi Dan Pendampingan Program dan Kegiatan Utama Kementrian Pertanian Lingkup Kota Tasikmalaya, Kamis (03/09/2020).

Hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priuk Ir. Purwo Widiarto, M.Ma, Walikota Tasikmalaya Drs. H. Budi Budiman, Danramil 1203/Kawalu Mayor Inf. Iwan Suwanto, Taufik Faturohman, S.Pt.,M.Sc (Kepala Seksi Usaha Pelayanan Jasa Alsintan), dr.h. Nafrina Lanniari,M.Si (Widiaswara Ahli Muda Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan BBPKH Cinagara), Drs. H. Tedi Setiadi, S.Pd.,M.Pd (Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya), Kuswa Wardana, SH (Asisten Administrasi Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Tasikmalaya), dan peserta supervisi lainnya.

Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priuk Ir Purwo Widiarto,M.Ma menyebutkan Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priuk sebagai tim supervisi di wilayah Kabupaten Tasik, Garut dan Kota Tasikmalaya.

“Kehadiran kami ini untuk menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya khususnya ke Kepala Dinas Pertanian untuk mensukseskan program-program dari Kementerian Pertanian. Sebagai tim pendampingan dan supervisi, kami memiliki tugas dan kewajiban di Kota Tasikmalaya untuk memfasilitasi Danramil, Camat dan Lurah kaitannya dengan managemen data pertanian,” katanya.

Walikota Tasikmalaya, Drs H Budi Budiman menjelaskan selayang pandang akan Kota Tasikmalaya.

“Kota Tasikmalaya berdiri tahun 2001 berdasarkan UU no. 10/2001 dengan luas wilayah18.422 Ha, Kota Tasikmalaya berkarakteristik pedesaan dengan luas lahan pertanian 12.168 Ha dengan lahan sawah 5.796 Ha dan masih memiliki hutan dan lahan bukan pertanian 4.986 Ha, untuk jumlah penduduk berdasarkan data yang didapat dari Disdukcapil sekitar 751.000 dengan laju pertumbuhan penduduk 0,12, tingkat kemiskinan diangka 11, 60 dan tingkat pengangguran 6,75,” paparnya.

Saat Pandemi Covid 19, Pemerintah Kota Tasikmalaya langsung membentuk Satgas Gugus Tugas untuk covidnya dan juga pembentukan Satgas untuk pertumbuhan ekonomi, tambahnya.

” Kota Tasikmalaya merupakan satu satunya yang memiliki angka terendah dalam inflasi se Jawa Barat. Bicara ketahanan nasional salah satu penunjangnya adalah ketahanan pangan, sedangkan Isu strategis yaitu kemandirian pangan, stabilitas harga dan pasokan, belum optimalnya produksi pertanian, penggunaan teknologi pertanian, pemasaran produk pertanian, alih fungsi lahan pertanian dan perubahan iklim global.

Permasalahan yang timbul dari isu strategis, antara lain ketergantungan penyediaan pangan dari luar daerah, belum optimalnya stabilitas harga dan pasokan pangan, rendahnya produksi pertanian, usaha hasil pertanian masih konvensional, belum optimal pemasaran produk pertanian dan cuaca ekstrim. Kami masih membutuhkan dukungan anggaran, alat dan pendampingan bagi para petani yang ada di Kota Tasikmalaya. Arah kebijakan Pemkot Tasikmalaya dalam bidang pertanian yaitu penguatan kualitas SDM dan daya beli yang menunjang produksi pertanian,” jelasnya.

Berita Populer

Flag Counter
Flag Counter