Fokus Kota Tasik Sosial

Heran …Transportasi Online Di Kota Tasikmalaya Tidak Memiliki Izin?

Reporter : H Amir
TONTON VIDEONYA:

KOTA TASIK, FOKUSPRIANGAN.ID
Forum Transportasi Massal (Fortal) bersama Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Hari Selasa (01/09/2020) mendatangi Kantor DPRD Kota Tasikmalaya dengan maksud melakukan audiensi.

Pembina Fortal H Nanang Nurjamil dalam keterangannya menyebutkan kedatangan pihaknya bersama rekan dari Pemuda Pancasila untuk audiensi dengan beberapa Dinas dan pengusaha transportasi online yang beroperasi di Kota Taskkmalaya.

“Ada beberapa hal yang akan dibahas pada acara audien kali ini, antara lain mempertanyakan soal tarif salah satu perusahaan transportasi online yang belum lama beroperasi di Kota Tasikmalaya, soal 6 kesepakatan antara Fortal dengan management perusahaan transportasi online yang sampai saat ini belum ada realisasi dan pada kesempatan ini pula kami meminta penjelasan akan pungutan yang telah dilakukan oleh pihak BPJS. Besarnya pungutan dari pengemudi online itu sebesar Rp 16.800, yang sampai saat ini para pengemudi ini tidak mendapatkan kartu BPJS, kami meminta klarifikasi akan hal ini,” katanya.

Selain itu kami pun ingin mempertanyakan soal izin terhadap 3 perusahaan transportasi online yang ada di Kita Tasikmalaya.

” Kita sudah mendengar baik itu dari DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu), Dinas Perhubungan maupun Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang menyatakan bahwa ketiga perusahaan teansportasi online Kota Tasikmalaya itu tidak mengantongi izin, oleh karena itu dengan tidak adanya izin apapun, di kesempatan ini kami dari Fortal dan Pemuda Pancasila sepakat meminta untuk sementara ini ketiga perusahaan tersebut ditutup. Hal ini untuk menegakan aturan. Aneh dan membuat heran kan ada perusahaan yang melakukan aktifitas tapi tidak memiliki izin. Untuk itu kami meminta agar ketiga perusahaan tersebut menguruskan izin, penuhi apa yang menjadi ketentuan regulasi, yang terakhir kewajiban perusahaan tersebut. Jangan melakukan usaha di Tasik, mengambil uang dari masyarakat Tasik tapi tidak pernah ada kontribusinya. Tadi pun saya mempertanyakan CSR perusahaan di kemanakan?,” tandas H Nanang

Berita Populer

Flag Counter
Flag Counter