Fokus Kab Ciamis Pemerintahan Sosial

Tak Dapat Bantuan Rutilahu, Pemdes Pawindan Bedah 7 Rumah Warganya Dari Anggaran Dana Desa

Reporter : Alvine

KAB.CIAMIS.FOKUSPRIANGAN.ID Rutilahu atau Rumah Tidak Layak Huni menjadi masalah yang tak juga teratasi di setiap desa. Desa Pawindan Kecamatan Ciamis yang notabene berada di pusat Kabupaten Ciamis pun masih banyak Rumah Tidak Layak Huni.

Beberapa desa seringkali mengajukan bantuan ke Dinas Sosial, PUPR atau BAZNAS untuk melakukan rehabilitasi Rutilahu.

Tetapi di Desa Pawindan, Ada yang sedikit berbeda. Pemerintah Desa Pawindan yang melihat peluang secara aturan, tahun 2020 ini mengganggarkan Dana Desa untuk memperbaiki 7 Rumah Warga tidak mampu yang kondisi nya sangat memprihatinkan.Dengan hasil Musyawarah Desa (Musdes) Penetapan RKP 2020 di akhir tahun 2019 lalu, BPD dan LPM menyetujui penggunaan Dana Desa untuk bedah rumah rutilahu.

Banyak kegiatan direfocusing karena di relokasi untuk penanganan Covid-19, tetapi Pemerintah Desa Pawindan tetap melanjutkan Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni.

Kepala Desa Pawindan Ahmad Kartoyo mengungkapkan, bahwasannya penerima manfaat sudah sangat berharap rumah nya di perbaiki. “jangan sampai program rutilahu ditunda, lebih baik kegiatan pembangunan lain saja, ” Ungkap Ahmad. Minggu, (23/08/20).

Sementara itu Kaur Perencanaan Desa Pawindan Akhmad Himawan yang kerap disapa Mas Ahim mengungkapkan bahwa secara pribadi tidak paham Mekanisme alur bantuan rutilahu dari Kabupaten.”yang saya dengar ada, tetapi pembagiannya sepertinya kurang proporsional, ada desa yang dapat puluhan paket bantuan rutilahu, tetapi ada yang tidak dapat sama sekali seperti Desa Pawindan,mungkin saya tidak punya kenalan atau kedekatan dengan orang dinas,jadi tidak tahu birokrasinya,” Ungkap Mas Ahim.

“Ternyata ada peluang dari dana desa, dibahas dengan BPD dan alhamdulillah disetujui, 7 rumah di bagi 3 dusun masing-masing 20 juta satu rumah,” Lanjut Mas Ahim.

Kepala Desa Pawindan Ahmad Kartoyo
mengucapkan terima kasih kepada BPD, LPM, dan Tokoh serta masyarakat yang sudah bergotong-royong menyelesaikan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni. “Uang 20 juta jaman sekarang susah kalo harus dibangunkan rumah, Alhamdulillah, tokoh masyarakat berhasil menggali swadaya masyarakat,” Pungkasnya.

Berita Populer

Flag Counter
Flag Counter