FOKUS SUKABUMI Sosial

Di Pilkada Sukabumi Para Kades Diminta Netral, Sanksinya Bisa Diberhentikan Dari Jabatannya

Reporter : Rusdi

SUKABUMI.FOKUSPRIANGAN.ID Para Kepala desa se kabupaten Sukabumi diminta bersikap netral pada Pilkada Sukabumi 2020. Pasalnya jika tidak bersikap netral atau memihak salah satu pasangan calon di Pilkada Sukabumi, maka mendapatkan saksi tegas berupa pemberhentian dari jabatannya.

Hal tersebut ditegaskan DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Sukabumi melalui ketua DPC APDESI Deni Wahyudi.
Deni mengatakan pihaknya akan memberikan peringatan penting untuk para kepala desa agar bersikap netral pada Pilkada Kabupaten Sukabumi. Pasalnya, posisi Kades yang dianggap memiliki masa yang jelas serta pengaruh disetiap wilayah yang dipimpinnya cukup strategis untuk bisa menggiring kepada salah satu pasang calon. Deni Wahyudin mengungkapkan, sesuai dengan fungsinya, Kades itu merupakan penyelengara pemerintahan yang harus netral sesuai UU Desa nomor 6 tahun 2014.

Dikatakannya, dalam UU Desa, kepala desa diantaranya tidak boleh memberikan keputusan yang menguntungkan diri sendiri, keluarga atau pun golongan organisasi lainnya. Artinya, ucap Deni, kades tidak boleh mengajak masyarakat atau memihak salah satu pasangan calon tertentu. Selain itu, Kades dilarang terlibat mengikuti kampanye calon tertentu. “Apabila kepala desa melanggar larangan itu, ada sangsi administrasi, bahkan bisa sampai di berhentikan dari jabatannya,” tegasnya, Senin (24/8/2020).

Sedangkan jika mengacu ke UU Pemilu nomor 7 tahun 2017 menurut Deni, kepala desa jika melanggar aturan tersebut bisa dikenakan sanksi ancaman kurungan maksimal satu tahun atau denda Rp. 12 juta. “Marilah kita sukseskan Pilkada 2020 ini, supaya berjalan aman lancar sukses tanpa exes dan marilah kita tunjukan netralitas kita sebagai kepala desa, sehingga pilkada 2020 berjalan dengan baik,” tandasnya.

Berita Populer

Flag Counter
Flag Counter