Fokus Kota Tasik Sosial

Berikut Kegiatan Reses H.Murjani Bersama Pelaku UMKM

Reporter : H Amir

KOTA TASIK, FOKUSPRIANGAN.ID Kegiatan reses yaitu kegiatan DPRD diluar kegiatan masa sidang dan diluar gedung untuk melakukan komunikasi antara Anggota DPRD dengan konstituennya telah selesai dilakukan tanggal 18, 19 dan 24 Agustus 2020,

Komunikasi ini dengan tujuan untuk menyerap dan menindaklanjuti aspirasi & pengaduan masyarakat sebagai perwujudan perwakilan rakyat dalam Pemerintahan

H Murjani,SE.,MM selaku Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Komisi II/Fraksi Gerindra saat ditemui Senin (24/08/2020) mengatakan dalam kondisi saat ini dalam rangka pemulihan ekonomi Kota Tasik dirinya sengaja di setiap pertemuan menghadirkan pelaku usaha UMKM, seperti reses di Kampung Nagrok RT 03/ RW 02 Cibeuti Kawalu Kota Tasikmalaya Bapak RT Dadang Zainudin juga ketua RT kerja seharian sebagai service elektronik dan sebagai sambilan buat kerajinan dari barang bekas atau sampah ternyata dengan kreatifitasya menjadi sumber pendapatan pada saat PSBB karena yg tidak ada yg service elektronik.

“Barang barang bekas alias sampah yang diambil dari lingkungan warga seperti bekas bungkus kopi, kantong Kresek, sedotan minuman, botol minuman, korek api, kaleng minuman, stic eskrim, kran bekas bisa dibuat topi, bunga hias, tas, kantong, asbak, lampu hias hemat energi, taplak meja, kipas, dompet, Miniatur motor roda tiga. Dalam hal penjualan pun lewat online, Grup WA dan Medsos lainya, facebook,” paparnya.

H.Murjani pun menambahkan harga yang ditawarkan l paling murah Rp 5.000 seperti asbak dan yang termahal mencapai Rp250.000 untuk kerajinan Pohon cabe yang di POT.

“Mengharapkan hal seperti ini bisa dikembangkan lagi ke masyarakat supaya mau menjadi pengajin seperti ini yang bisa meningkatkan ekonomi. Mengajak pemerintah daerah menjadi bapak angkat membuat event-event ekonomi kreatif. Berbeda dengan saat reses di Nangela Kecamatan Mangkubumi banyak dihadiri dari pelaku UMKM sandal yang saat ini gulung tikar dan banyak yg berhenti usaha karena banyaknya keuangan macet saat PSBB karena Corona, biasanya pasar sandal keluar kota seperti Bogor dan bahkan keluar pulau. Saat ini akses ini sudah dibuka namun tetap belum bisa bangkit karena modal habis, selain macet diluar juga habis untuk biaya hidup saat PSBB.

Hal yang sangat Urgent untuk segera ditangani adalah selain permodalan juga harus adanya alih teknologi seperti mesin sol sandal juga kemudahan bahan baku supaya bisa bersaing dengan produk China yan semakin banyak. Jadi saya menyarankan untuk membuat permohonan audensi ke Komisi II yang nanti dihadiri oleh Indag dan Perbankan. Karena yang Usaha Mikro saya sudah bentuk TIM untuk membantu akses membuat perijinan NIB ( Nomor Induk Berusaha ) dan Ijin usaha sebagai syarat menerima bantuan 2,4 juta / usaha mikro sebagai program resmi Pemerintah pusat. Untuk Usaha Kecil menengah agar bisa mengakses kredit subsidi, dengan begitu UMKM bisa bangkit kembali Reses kali ini saya merasa dan ikut merasakan sedih karena semua saya rangkul terkait ekonomi yang belum bangkit. Saya terus memberi semangat bahwa tetap harus bergerak untuk berkarya dan saya katakan bahwa untuk sukses kita harus menguasai dari hulu sampai hilir. Kalau sudah bisa produksi maka harus tahu dan paham bagaimana cara menjual baik secara direct selling ataupun jual secara langsung ke toko-toko dan tidak selalu melempar barang ke grosir. Ini untuk mengurangi kemacetan cash flow . Maka saya sebagai solusi waktu dekat ini membuka semacam penggemblengan Gratis Kelas Profesional Sales dengan materi mengenal Marketing secara utuh, membuat penawaran yang dahsyat mulai cara membuka pembicaraan, isi pembicaraan dan Closing atau penutup pembicaraan . serta bagaimana cara merawat customer supaya repeat order. Hal ini dengan 2 tujuan yaitu membuka kelas angkatan kerja usia 18 sampai 25 tahun yang nanti saya membantu menyalurkan tenaga kerja sales ke perusahaan teman-teman di Jawa Barat , juga membuka kelas khusus yang sudah mempunyai usaha sudah bisa produksi namun awam pemasaran. Saya tawarkan program ini hayu… kerja sama dinas mana yang mau bisa memfasilitasi tempat dan mamin selama 5 hari 20 orang per Angkatan. Tenaga dan pikiran dari saya yang Insya Allah pengalaman saya 30 tahun di penjualan dan memang Magister saya di Marketing bisa bermanfaat untuk masyarakat Kota Tasikmalaya,” tutupnya.

Berita Populer

Flag Counter
Flag Counter