Fokus Kab Tasik Sosial

DPC PERADI Tasikmalaya Bersama Pemdes Tawangbanteng Gelar Pelatihan Paralegal

Reporter : Anton

KAB TASIK. FOKUSPRIANGAN. ID. – Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC PERADI) Tasikmalaya, bekerjasama dengan Pemerintah Desa Tawangbanteng, menggelar “Pelatihan Paralegal”.

Pelatihan tersebut diselenggarakan selama 3 hari yaitu Kamis dan Sabtu 20-22 Agustus 2020, yang bertempat di gedung aula Desa Tawangbanteng, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Peserta dalam pelatihan di ikuti oleh unsur stap Desa, BPD, KarangTaruna, kader PKK, kader Posyandu, MUI, RT, RW, dan Linmas.

Andi Ibnu Hadi, S.H., Ketua DPC PERADI Tasikmalaya, kepada fokupriangan.id, menerangkan pelaksanaan kegiatan ini berangkat dari keperihatinan kita ada kesenjangan antara penerima layanan bantuan hukum mencari keandilan dan antara jumlah pencari keadilan yang ada di Kabupaten Tasikmalaya, yang notaben adalah mereka yang mencari layanan batuan hukum dengan jumlah penyedia layanan bantuan hukum,”Kata Andi Ibnu Hadi, S.H.,Ketua DPC PERADI Tasikmalaya.

Masih menurut Andi ketika kita bicara jumlah di kabupaten tasikmalaya, 1,8 juta orang itu meraka adalah manusia dewasa yang sudah mempunyai hak pilih sebagai subjek hukum yang dapat malakukan perbuatan hukum secara mandiri dan mereka tentunya memerlukan satu bantuan layanan hukum apakah itu secara cuma cuma atau secara profesional. “Sementara di sisi lain advokat yang di representasikan sebagai pemberi layanan hukum itu jumlah hanya sekitar 100 orang.

Ini sangat sejangan sekali dan ini akan berakibat pada tingkat kesadaran masyarakat terhadap hukum. Artinya dengan kondisi seperti ini wajar sekali kalau di kabupaten tasikmalaya, tigkat kesadaran hukumnya sangat rendah,dan akan berakibat negatif di berbagai sektor yaitu, ekonomi, budaya, sosial.Sehingga kita membuat satu inovasi membuat terobosan dengan program desa sadar hukum.

Pertama kita melakukan pendidikan pararegal ini adalah sebagai kepanjangan tangan advokat di desa jadi pararegal desa ini, dia bisa memberikan layanan bantuan hukum dalam bentuk nontivigasi apakah dia yang akan memediasi orang yang berperkara. Dan dia juga akan bisa membuat sebuah rujukan kalau kasus seperti ini bagusnya kita harus menghubungi ke Pos Layanan Bantuan Hukum (POSBAKUM) di pengadilan agama atau di pengadilan negeri bagi masyarakat yang tidak mampu atau bagi masyarakat yang mampu.

Kedua adanya POSBAKUM Desa nanti kedepan setelah pararegal desa ini ada mereka bisa membuat satu pos layanan bantuan hukum berbasis desa, yang dipuastkan di desa .Dan akan menularkan virus baik ini sampai tingkat kedusunan atau dengan keluarga sadar hukum (kadarkum). Intinya gerakan desa sadar hukum ini adalah bagaimana mendorong partisipasi warga masyarakat karena itu juga bagian dari indikator desa sadar hukum.”Ujarnya.

Sementara Nandang Abdul Ajiz Kepala Desa Tawangbanteng mengatakan
saya sebagai kepala desa yang mewakili seluruh unsur yang ada di pemerintahan desa Tawangbanteng dan umumnya masyarakat. Sangat mengapresiasi dan merespon baik dengan adanya program yang digulirkan oleh DPC PERADI Tasikmalaya .Dimana ada program yang paling baik yaitu membangun karakterisktik masyarakat yang sadar hukum terutama masyarakat desa, di samping itu bahwa hukum Pararegal di Indonesia ini memang belum menjadi sebuah konsen , PERADI disini hadir untuk memfasilitasi dan memberikan ilmu, wawasan serta pendampingan terhadap masyarakat terutama pemerintah desa untuk senantiasa mendorong masyarakat agar sadar hukum dan dapat menghasilkan budaya hukum yang baik,”ucapnya.

Masih dikatakan Nandang maknanya bahwa dalam kegiatan ini pada esensinya adalah bagaimana kita memaknai memahami kita ini adalah warga negara yang berada di sebuah negara dimana hukumnya sebagai panglima, diantaranya ketika masyarakat masyarakat yang ada di wilayah kabupaten tasikmalaya ini merupakan masyarakat subyek hukum. Maka kegiatan ini makna nya secara batinnya sangat mendalam, dikarenakan kita tidak bisa lepas dari aturan aturan yang ada baik aturan- aturan atau hukum hukum yang sifatnya pormil atau material hukum- hukum yang sifatnya tertulis atau pun yang tidak tertulis.

Jadi kami memaknai bahwa kegiatan yang diselenggarakan oleh PERADI ini membangkitkan kembali semangat bahwa kita ini adalah sebagai yang harus memahami apa yang menjadi hak kita, menjadi kewenangan dan menjadi kewajiban kita.”Imbuhnya.

Nandang berharap terhadap kegiatan ini bahwa kegiatan ini adalah hal yang sangat positif yang sangat istimewa oleh PERADI bahkan perhimpunan advokat itu banyak.Semoga di samping PERADI teman- teman dari organisasi advokat yang lain bisa melakukan inovasi hal -hal yang sama. Agar bisa mendorong masyarakat yang bisa sadar hukum,”harapnya.

Berita Populer

Flag Counter
Flag Counter