Fokus Bogor Sosial

Kekuatan Olgarki Orde Baru : Dinamika Politik Terus Memanas

Penulis : Aam

BOGOR.FOKUSPRIANGAN.ID – Dinamika politik terus memanas, walaupun masa pandemi Covid-19 tidak menjadi pertimbangan demi politik kekuasaan, sama halnya yang dilaksanakan oleh Organisasi KAMI, dengan diduga menuduh Presiden Jokowi gagal dalam hal memimpin negeri ini.

Dalam hal menyikapi atas dinamika politik diatas PPJNA 98 melaksanakan Konprensi Pers di Jalan Wallet 4 Kota Bogor, Rabu, (19/08/2020), pukul 14.00 s.d 15.30 wib, menyampaikan sikap bahwa manuver politik KAMI adalah diduga bagian dari sekenario oligarki orde baru.

Anto Kusumayuda selaku Ketum PPJNA 98 mengatakan ” Dengan kehadiran Titik Soeharto di acara Deklarasi “KAMI” itu sebagai fakta bahwa KAMI merupakan bagian dari sekenario oligarki orde baru yang ingin berkuasa lagi dengan memanfaatkan situasi pandemi Covid 19, situasi rakyat yang sedang sulit perekonomian dimanfaatkan dan diprovokasi seolah olah yang salah adalah Presiden Jokowi padahal kondisi pertumbuhan ekonomi yang minus dialami oleh negara negara maju di dunia,”katanya.

“Melihat kondisi dan situasi yang terjadi kekuatan oligarki orde baru dan Anasir Anasir Orde Baru yang tiada henti hentinya merongrong, berbuat kekacauan, memfitnah dengan tujuan menggulingkan Presiden Jokowi. Tidak hanya itu,”ungkap Anto Kusumayuda.

Anto menambahkan “Kepada Bapak Presiden Jokowi untuk menindak tegas dan membersihkan oligarki orde baru, serta mengintruksikan pada Jaksa Agung, Kapolri dan Panglima TNI untuk menyita harta kekayaan hasil korupsi selama 32 tahun orde baru yang ada didalam negeri maupun diluar negeri digunakan untuk kepentingan rakyat bangsa dan negara,” ujarnya.

Sementara Abdul Salam Nur Ahmad Sekjen PPJNA 98 mengatakan “KAMI” selain diduga yang merupakan persekongkolan oligarki orde baru yang sangat keterlaluan bekerjasama dengan eks HTI dan jaringannya yang jelas jelas diduga menolak sistem demokrasi, menolak Pancasila dan UUD 45 yang akan digantikan dengan sistem Ke Khilafahan. Apapun dilakukan demi meraih kembali kekuasaan dan balas dendam karena telah digulingkan pada waktu reformasi 98,”ujarnya.

“Menyerukan kepada kekuatan perubahan, kekuatan gerakan reformasi 98 untuk bersatu bersama rakyat melawan oligarki orde baru yang masih gentayangan melakukan konspirasi jahat untuk mengembalikan kekuasaannya yang telah ditumbangkan oleh gerakan reformasi 98,” kata Abdul Salam Nur Ahmad.

Selanjutnya Abdul Salam Nur Ahmad mengatakan “Mengingat pandemi Covid 19 belum berakhir, kami mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu padu, bahu membahu, dalam sebuah gerakan rakyat melawan Covid 19 bersama Presiden Jokowi serta meningkatkan kepekaan kepedulian, berbagi pada sesama yang mengalami kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid 19. Serta bersama sama seluruh rakyat Indonesia menciptakan stabilitas keamanan nasional, dengan keamanan yang stabil merupakan prasyarat penting dalam keberhasilan melawan Covid 19 dan pemulihan perekonomian nasional, ujar Abdul Salam Nur Ahmad merupakan tokoh aktivis 98 Bandung.”ujarnya.

Di tempat yang sama, Eko Okta mengatakan “Bersama seluruh jaringan aktivis pergerakan 98, kawan kawan buruh, petani, dan mahasiswa akan membuka posko perlawanan terhadap oligarki orde baru untuk mengawal agenda reformasi dan melawan antek antek orde baru yang mengganggu dan akan menggulingkan pemerintahan Jokowi, pungkasnya.

Dalam komprensi pers dihadiri tokoh tokoh pergerakan 98 Bandung, Jabotabek, Jakarta dan Banten diantaranya Anto Kusumayuda (Ketum PPJNA 98/Tokoh Aksi SDSB “Soeharto Dalang Segala Bencana”, Abdul Salam Nur Ahmad (Sekjen PPJNA 98), Sunarti (Ketum DPP SBSI 92), Noel (Tokoh 98 Jakarta/Ketum Joman), Eko Okta (Tokoh Pergerakan 98 Bogor), Feri Batubara (Tokoh Aktivis 98), Kodir (Tokoh pergerakan 98 Jabotabek), Mulyadi (Tokoh Pergerakan Jabar).

Berita Populer

Flag Counter
Flag Counter