FOKUS SUKABUMI Pemerintahan Sosial

Desa Purwasari Deklarasikan Desa Menuju ODF/SBS di Saksikan Sekda Kabupaten Sukabumi

Reporter: Rusdi

SUKABUMI.FOKUSPRIANGAN.ID – Ketua Tim Pembina Kabupaten Sukabumi Sehat, Iyos Somantri yang juga menjabat sebagai Sekertaris Daerah ( Sekda ) Kabupaten Sukabumi, Selasa (18/8/2020) bertandang ke Desa Purwasari Kecamatan Cicurug. Kedatangan Iyos untuk menyaksikan Deklarasi Desa Purwasari Stop Buang Air Sembarangan ( SBS ) atau program Open Defecation Free ( ODF ).
Pantauan Fokuspriangan.id, deklarasi dibacakan oleh kepala desa serta diikuti oleh aparat desa dan para undangan.

Menurut Iyos, pihaknya terus mendorong peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui Program Open Defecation Free Atau Stop Buang Air Sembarangan. “Open Defecation Free merupakan kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan,” katanya.
Iyos mengungkapkan, berdasarkan data dari Desa Purwasari ada sebanyak 4% warga yang masih membuang air disembarang tempat. “Tinggal dikalikan 4% kali jumlah KK di Desa Purwasari,” ujarnya.

Iyos Somantri menerangkan, salah satu tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) adalah meningkatkan Akses Air Minum dan Sanitasi Dasar yang berkesinambungan. “Dengan percepatan Program stop buang air sembarangan di seluruh wilayah kabupaten Sukabumi, bukan saja untuk kesehatan lingkungan dan masyarakat, melainkan akan menjadi Indikator terbangunnya Sistem Pola Hidup Bersih Sehat yang mengarah pada Pembangunan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Iyos.

Iyos mengatakan, drajat kesehatan salah satu faktor pendukungnya ada faktor lingkungan dan prilaku. “Faktor lingkungan dan prilaku sangat menentukan drajat kesehatan,” tegasnya.

Untuk pengentasan yang masih tertinggal 4% tersebut, Iyos meminta agar pemerintah desa berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan instansi yang terkait. “Bisa juga berkolaborasi dengan pihak swasta yang peduli lingkungan,” tandasnya.

Kepala Desa Purwasari, HM Entis Sutisna kepada FP mengatakan, di desa Purwasari terbilang kecil jumlah warga yang membuang air sembarangan yaitu sebesar 4%. “Kebanyakan adalah warga yang tinggal dibantaran Sungai Cibeber, warga disana banyak yang membuang air ke sungai tidak ke spiteng,” ujar Entis.

Entis mengungkapkan, banyaknya warga yang membuang air ke sungai lantaran air tanah disepanjang bantaran itu dangkal. “Baru saja menggali tanah sedalam satu meter untuk membuat spiteng, eh lubangnya sudah dipenuhi air, sehingga warga praktis saja, dari kamar wc dibuatkan paralon ke arah sungai,” katanya.

Berita Populer

Flag Counter
Flag Counter