Fokus Kota Tasik Sosial

Warkop Tasik Gelar Diskusi Kolaboratif – Solutif Terkait Dunia Pendidikan

Reporter : Arrie Haryadi
Editor : Red”

KOTA TASIK. FOKUSPRIANGAN.ID – Warung Diskusi Komunikasi Perkara Tasik (Warkop Tasik), menggelar diskusi kolaboratif dan solutif tentang dunia pendidikan, dengan mengambil tema “Jalan Kelam Guru Honorer Kota Tasikmalaya”, acara tersebut digelar di salahsatu Warung Kopi di bilangan Jalan BKR Kota Tasikmalaya Jumat (14/08/20).

Hadir dalam kesempatan itu perwakilan Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Perwakilan anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Politisi, Tokoh Agama, dan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) serta perwakilan Mahasiswa.

“Acara tersebut di picu karena adanya keluhan dari para guru honorer yang usianya sudah sepantasnya menjabat PNS dan tentang mirisnya pendapatan dan kehidupan para guru honorer di Kota Tasikmalaya. mengacu kepada PP. nomor 49 tahun 2018 tentang Menegamen Pegawai Pemerintah dengan perjanjian kontrak kerja (P3K) bahwa guru honorer yang  berusia 35 tahun tidak masuk atau tidak lulus dalam penyaringan calon (CPNS) dapat diangkat menjadi pegawai pemerintah, ini ucapan presiden Jokowi pada saat acara ulang tahun Guru Nasional dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Bogor.” Ucap Dede Sukamajaya Ketua LSM GMBI Kota Tasikmalaya.

Ia menambahkan bahwa acara yang diadakan oleh warkop ( Warung Diskusi Komunikasi Perkara Tasik) yang di gagas oleh beberapa elemen masyarakat dan tokoh.

“Saya sangat apresiasi adanya diskusi tentang bagaimana sikap kita dan juga sikap pemerintah untuk dapat memberikan solusi terhadap persoalan guru honorer yang menurut pandangan saya sangat tidak diperlakukan secara adil dan beradab, untuk apa ada aturan dan peraturan serta undang undang yang begitu banyak akan tetapi sampai detik ini tidak ada terwujudkan dalam hal bagaimana para guru honorer dapat merasakan suport yang layak dari pemerintah,” pungkasnya.

LSM GMBI Distrik Kota Tasikmalaya mendukung penuh kepada semua perjuangan berbagai pihak dan kami GMBI sangat siap menyuarakan keluhan para guru honorer baik kepemerintah daerah, DPRD dan pemerintah pusat. Pemerintah daerah dalam hal ini Walikota harus punya keberanian dalam merevolusi anggaran dan lebih memperhatikan nasib guru honorer di kota Tasikmalaya.

Berita Populer

Flag Counter
Flag Counter