Fokus Kota Tasik Sosial

LSM GMBI Gelar Aksi Unjuk Rasa : Belajar Online Dapat Menghancurkan Generasi Muda Dan Bangsa

Reporter : Arrie Haryadi
Editor. : A.SGT

KOTA TASIK.FOKUSPRIANGAN.ID – Pandemi Covid-19 membuat lumpuh berbagai sektor kehidupan di dunia. Bahkan di Indonesia, dampak virus Covid-19 tidak hanya memukul negara dari sisi kesehatan, sosial dan ekonomi saja, tapi juga di sisi pendidikan. Kamis (14/08/2002)

Agar tidak membuat negara semakin sekarat, pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan. Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) adalah salah satu kebijakan yang dikeluarkan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Bukannya untuk mempermudah masyarakat tapi justru mempersulit / menambah beban materi dan moral terhadap masyarakat. Seperti yang terjadi di Garut seorang ayah nekad mencuri ponsel demi kelangsungan putrinya melaksanakan belajar online, setelah di selidiki ternyata ponsel tersebut sedang di gunakan belajar online.

Dengan kejadian tersebut, Lembaga Swadaya Masyaramat (LSM GMBI) melakukan unjuk rasa tentang belajar online terhadap Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya dan di lanjutkan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tasikmalaya, agar bisa menyikapi dan memberikan solusi terhadap dunia pendidikan yang mengancam generasi masa depan dan tidak luput menggunakan protokol kesehatan.

Ketua GMBI Kota Tasikmalaya, Dede Sukmajaya, mengatakan kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan kondusif.

“Kami atas nama LSM GMBI menolak dengan tegas tentang keputusan dari Mentri Pendidikan tentang permanen belajar online, kami mendorong Dinas Pendidikan dan Dewan DPRD untuk mengembalikan proses belajar mengajar langsung dan gunakan protokol kesehatan dimana banyak keluhan dari orang tua murid tentang beratnya daring bahkan mereka ada yang sampai menjual beras demi membeli quota internet.” Ujarnya.

Aksi tersebut mendapat respon dari berbagai pihak di antaranya Kepolisian, dan Para anggota DPRD, dan saat dikonfirmasi Sekdis Pendidikan Dedi menjelaskan.

“Sepertinya hal untuk permanen tentang daring itu tidak benar, sesuai SKB 4 membolehkan untuk zona hijau sudah di perkenankan kembali belajar mengajar seperti biasanya hanya di berlakukan protokol kesehatan saja” Jelasnya.

Di tempat yang berbeda salah satu perwakilan anggota DPRD Mamat mengutarakan “saya sangat bangga terhadap aksi ini yang di lakukan oleh GMBI, kami akan segera melayangkan surat ke tingkat atas agar secepatnya terlealisasi aksi ini.” Tegasnya.

Hanya 30% sekolah yang melaksanakan kegiatan mobile, justru kegiatan mobilelah yang patut di kembangkan dalam masa Pandemi ini, Belajar online bukan saja memerlukan ponsel namun quota internet pun sangat di butuhkan, bahkan jika lepas dari pantauan orang tua justru kegiatan belajar melalui online sangatlah beresiko tinggi, bukannya melakukan kegiatan belajar malah si anak dengan asiknya main game online bahkan menonton video yang merusak moral seperti video porno ataupun prank yang berdampak negatif bagi anak.

Berita Populer

Flag Counter
Flag Counter