Fokus Kab Ciamis Sosial

Benny : Efektifnya Pengusaha Penyuplai Komoditi Penyaluran BPNT Harus Pengusaha Wilayah Ciamis

Reporter : Alvine

KAB.CIAMIS.FOKUSPRIANGAN.ID – Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang menjadi Perluasan Program Sembako 2020 semenjak masuknya Covid-19 di Indonesia.

Penyaluran BPNT (sembako) ini disalurkan melalui E-waroeng yang didampingi oleh TKSK Kecamatan untuk disalurkan kepada masyarakat yang kurang mampu di daerah sehingga terbantu perekonomiannya. Dengan semangat Pemerintah Pusat disamping membantu perekonomian masyarakat, program ini juga sangat bagus karena membantu menghidupkan perekonomian diwilayah penerima manfaat ini tumbuh dan berkembang.

Tokoh Masyarakat Benny Oktavia menyampaikan kepada fokuspriangan.id terkait penyaluran BPNT di Kabupaten Ciamis ada Pengusaha-pengusaha yang ada daerah Kabupaten Ciamis yang merasa keberatan dengan disuplai nya komoditi dari pengusaha diluar wilayah Ciamis.

“Alangkah baiknya Agen E-waroeng ini berhak memiliki kebebasan menentukan untuk membeli atau menyuplai komoditi kepada pengusaha yang ada diwilayahnya sesuai kehendaknya, jangan sampai Agen E-waroeng ini dikendalikan dan disamaratakan untuk menyuplai komoditi kepada 1 perusahaan. E-waroeng ini seharusnya berhak menentukan harga beli,kualitas, tetapi faktanya yang terjadi dilapangan E-waroeng ini seperti dialas,jadi satu kecamatan itu penghasilan E-waroeng itu sama,ini kan lucu seperti ada yang mengatur sehingga kebebasan Agen E-waroeng ini tidak ada,” Ungkap Benny.

“Dan mirisnya ada Pengusaha dari luar wilayah Kabupaten Ciamis, menyuplai komoditi dibeberapa kecamatan yang ada di ciamis. Sehingga pengusaha yang ada di wilayah kecamatan atau desa tersebut hanya menjadi penonton. Untuk itu saya meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis untuk bisa hadir dan mengawal program sembako BPNT ini, khususnya untuk Dinas-dinas yang berkaitan, Dinas Sosial, Dinas Perdagangan, Dinas Peternakan, dan Dinas Pertanian,” Tegas Benny.

“Efektifnya pengusaha penyuplai komoditi itu adalah pengusaha yang ada wilayah kecamatan masing-masing, sehingga semangat Pemerintah Pusat untuk menghidupkan perekonomian di wilayah penerima manfaat itu tumbuh dan berkembang. Suatu contoh didaerah saya yang ada di wilayah Kecamatan Purwadadi ada salah satu E-waroeng yang mengeluh bahwasanya kenapa pemasok/penyuplai komoditi yang lain lain (telur) bukan pengusaha yang ada di kecamatan purwadadi, sudah pernah mengajukan tetapi ditolak, jadi tidak sesuai dengan tujuan pemerintah pusat yang notabene nya harus memberdayakan pengusaha putra daerah yang ada di Kecamatan/Desa masing-masing.

“Harapan saya itu program ini harus berjalan dengan baik, termasuk adanya pemberdayaan Pengusaha/suplayer lokal yang di Kabupaten Ciamis sendiri siapapun itu, dan saya minta kepada Aparat Penegak Hukum untuk melek dalam mengawasi program ini KPK, Kejaksaan, Kepolisian jangan sampai KPM ini menjadi Korban,” Pungkasnya

Berita Populer

Flag Counter
Flag Counter