Fokus Kab Ciamis Sosial

Diduga Anggap Mencemarkan Nama Baik, Oknum Anggota DPRD Ciamis Hendak Penjarakan Anak Kandungnya

Reporter : Gian

KAB.CIAMIS, FOKUSPRIANGAN.ID – Diduga melakukan pencemaran nama baik, seorang anak perempuan dari berinisial S, yang merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ciamis, dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat. Hal tersebut diungkapkan sang anak Ginna Mayori Aurora (26) kepada fokuspriangan.id ketika dikonfirmasi Kamis (6/8/2020) dikediamannya di Dusun Cikawung Rt 31 Rw 07, Desa Cintaratu, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis.

Pelaporan tersebut dibuktikan dengan sehelai surat pemanggilan dari Polda Jawa Barat yang ditujukan kepada dirinya. Sontak ia merasa kaget dan tidak menyangka bahwa ayahnya akan tega melaporkan dirinya, padahal status yang ia posting di akun media facebook miliknya, merupakan ungkapan kekesalan dirinya ketika diketahui sebelumya sang ayah yang tega melakukan perbuatan tidak terpuji terhadap dirinya dan Ibunya Setiyawati.

Diketehui sebelumnya pada Desember 2019, S telah dilaporkan oleh sang Isteri karena diduga telah melakukan tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Namun hingga kini, kepastian dan keadilan Hukum tak kunjung didapatkan oleh pelapor.

Ditanya soal alasan kenapa Ginna berani melontarkan kata-kata kasar yang berujung pelaporan polisi dari ayahnya kandungnya bermula pada saat dirinya mendapat perlakuan bahkan penelantaran.

“Awal mulanya saya satu mobil dengan ayah dalam perjalanan dari Bandung menuju Ciamis usai melabrak ayah saya yang sedang berselingkuh dengan wanita gelapnya. Namun ditengah perjalanan ketika pulang ke Ciamis, saya dimaki-maki dengan bahasa binatang, hingga akhirnya saya dibuang atau diturunkan didaerah Garut. Disitulah kenapa saya mengungkapkan kemarahan dan kekesalan saya kepada ayah saya melalui tulisan status di facebook,” ungkap Ginna.

Dalam laporannya, Suyono mengguggat anaknya, lantaran ia merasa anak kandungnya diduga telah melakukan pencemaran nama baik dan Undang-undang ITE.

Dipihak yang sama Ibunda Ginna Setiyawati membenarkan, bahwa Suyono telah melaporkan anak kandungnya sendiri.

“Saya dituding berselingkuh dengan tetangga saya. Dari kejadian tersebut munculah permasalahan KDRT yang hingga kini tak ada kejelasan Hukum atas pelaporan saya kepada aparat penegak hukum (APH), padahal dari proses pelaporan hingga kini sudah hampir 8 bulan,” ungkap Setyawati.

Setyawati membeberkan, justruyang sebaliknya selingkuh bahkan sudah mengaku menikah siri selama dua tahun adalah Suyono.

“Saya pernah dibawa ke suatu hotel dikota bandung, Suyono mengenalkan seorang wanita dan memaksa saya untuk merestui hubungan gelapnya bersama wanita bernama Lia asal Majalengka,” ungkpnya.

Selain itu, dikatakan Setyawati pemanggilan pun merembet ke menantu dirinya Sri Wahyuni yang tidak tahu menahu akan permasalahan.

“Kemarin saya mendampingi anak saya untuk memenuhi panggilan dari Polda Jabar yang melayangkan surat pemanggilan kepada anak saya dan bahkan menantu saya yang sangat aneh ikut dilibatkan. Padahal ia tidak tahu menahu akan permasalahan tersebut, Namun kami tetap kooperative memenuhi panggilan tersebut,” jelasnya.

Setyawati mengatakan, bahwa anaknya pada saat dilakukan pemeriksaan sudah diancam oleh pihak kepolisian untuk dilakukan penahanan. Padahal perkara yang dihadapi adalah perkara delik aduan yang diketahui harus melalui proses pemeriksaan dan persidangan. Berbeda sekali dengan kasus KDRT yang dilaporkan dirinya yang hingga kini masih menanti kejelasan hukum dari Kejari Ciamis.

“Anak saya tadinya mau ditahan pada saat itu juga, namun karena saya menghubungi pengacara, akhirnya anak saya bisa pulang,” jelasnya.

Setyawati berharap, agar para APH bisa berlaku adil terhadap hukum. Tidak membeda-bedakan.

“Seyogyanya APH itu harus mengayomi masyarakat, jadi harapan saya agar lebih bisa menelaah lagi permasalahan tanpa pandang bulu,” pungkasnya.

Sementara S ketika dikonfirmasi fokuspriangan.id pada Kamis (6/8/2020) sore, melalui panggilan watsapp dengan maksud mengedepankan hak untuk didengar keterangan, dirinya enggan berkomentar.

“Saya tidak suka diberitakan, dan saya tidak mau berbicara apa-apa, sekarang sedang meeting,” singkatnya.

Ketika awak media mengirim pesan singkat watsapp dengan maksud memberikan kesempatan kedua agar dirinya mendapat hak untuk memberikan keterangan pun dihiraukannya.

Berita Populer

Flag Counter
Flag Counter