Fokus Kab Tasik Hukum dan Kriminal

Kena PHK Sopir asal Kab Tasikmalaya Nekat Jual Sabu, Akhirnya di Bekuk Polisi

Redaksi

KAB.TASIK.FOKUSPRIANGAN.ID – Mengaku tak lagi bekerja setelah mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) di salah satu perusahaan swasta tempat ia bekerja, dua orang pria di Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat, bernama Nurdiansyah (30) Agis alias Opon (26) warga Kecamatan Cikatomas nekat melakukan transaksi Jual beli sabu.

Warga yang tinggal di Kecamatan Cikatomas itu akhirnya ditangkap jajaran Sat Resnarkoba Polresta Tasikmalaya, setelah kedapatan mengedarkan sabu dengan cara mengirim paket Sabu melalui jasa angkutan umum elf jurusan Leuwipanjang (Bandung) – Cikatomas.

Menurut keterangan AKP Ngadiman, Kasat Narkoba Polres Tasikmalaya saat rilis di Mapolres Tasikmalaya Kamis (06/08/20), menyampaikan kita berhasil menangkap pelaku dengan barang bukti sebesar 14,84 gram sabu.

“Para pelaku ini pakai modus dengan mengirim paket Sabu melalui jasa angkutan umum elf jurusan Leuwipanjang (Bandung) – Cikatomas. Paket sabu sengaja dikemas layaknya sebuah Gawai yang dititip melalui kondektur elf, paket sabu tersebut di bungkus plastik layaknya berisi HP,”ucap AKP Ngadiman, Kasat Narkoba.

Lanjut AKP Ngadiman.” Kasus tersebut terungkap setelah kondektur angkutan umum merasa curiga dengan pelaku sering mengirimkan paket dengan isi handphone namun isinya ringan, sehingga kondektur itu melaporkan ke pihak kepolisi an, setelah kita dalami dan lakukan penyelidikan, akhirnya terungkap paket barang yang dititipkan ke angkutan umum tersebut ke Cikatomas adalah narkoba jenis sabu seberat 0,40 gram,”katanya.

Kini dua tersangksa tersebut sudah kita amankan berikut dengan barang bukti
Sabu seberat 14,84 gram sabu, timbangan, lakban serta bungkus plastik. Keduanya telah mendekam di dalam sel tahanan Polresta Tasikmalaya sambil menunggu waktu penyelidikan lebih lanjut.

Dia terancam dikenakan pasal 112 ayat 1 dan 114 ayat lima, Dengan ancaman hukuman penjara minimal empat tahun maksimal 12 tahun. Dengan Denda minimal Rp 800 juta sampai Rp 10 miliar.

Berita Populer

Flag Counter
Flag Counter