Fokus Kab Tasik Sosial

Teknis Penyaluran Program Sembako (BPNT) di Desa Margalaksana Sukaraja Diduga Ada Kejanggalan

Reporter : Wawan-Iwan

KAB.TASIK.FOKUSPRIANGAN.ID – Teknis penyaluran program sembako atau bantuan pangan non tunai (BPNT) di desa Margalaksana kecamatan Sukaraja untuk edisi di bulan Agustus diduga ada kejanggalan hal itu dikatakan salahsatu sumber yang minta dirahasiakan namanya kepada media senin (03/08/2020).

Dugaan kejanggalan tersebut dengan adanya mekanisme pengumpulan kartu KKS dan menggeseknya jauh hari sebelum tersedianya komoditi yang seharusnya bisa disalurkan langsung ke setiap penerima manfaat ungkap sumber. Yang lebih anehnya lagi warung desa yang menggesek kartu KKS meminjam EDISI atou alat gesek dari e-warung yang berada diluar desa Margalaksana dan e-warung yang berada di desa Margalaksana tidak tahu menahu tentang hal itu.

Saat dikonfirmasi Tim koordinasi (TIKOR) Kecamatan sukaraja yaitu sekmat sukaraja Agus melalui sambungan telepon selulernya mengatakan bahwa dari pihak tikor sudah turun langsung kelapangan untuk mengecek hal tersebut dengan kepanjangan Tikor yang diantaranya Babinkamtibmas, Babinsa yang berada di desa Margalaksana dan bahkan hari kemarin sudah mengadakan rapat di desa tersebut untuk membahas kejadian itu.

Sekmat juga menambahkan kami akan mengevaluasi penyaluran BPNT di desa Margalaksana dan seandainya ada tindakan yang tidak sesuai dengan pedoman umum (PEDUM) kami akan melaporkannya ketingkat kabupaten ungkapnya.

Sementara Agen Suplayer resmi yang sudah melakukan MOU dengan pihak e-warung desa Margalaksana Sena menyampaikan dirinya tidak pernah mengarahkan untuk mengumpulkan kartu KKS sebelum tersedianya bentuk komoditi yang sesuai PEDUM dan juga kalaupun ada masyarakat yang komplain untuk komoditi yang sudah tersalurkan dari Suplayer lain pihaknya siap mengganti dengan komoditi yang baru sebagai bentuk rasa tanggungjawab dirinya sebagai Suplayer resmi,”katanya.

Sena juga meminta kepada aparat penegak hukum (APH) seandainya ada oknum yang bermain dalam hal ini untuk segera ditindaklanjuti,”pungkasnya.

Saat dikonfirmasi kepala desa Margalaksana melalui pesan singkat Whatshapp sampai berita ini diterbitkan tidak ada jawaban.

Berita Populer

Flag Counter
Flag Counter