Fokus Kab Tasik Pemerintahan

Kejari Kab.Tasikmalaya Laksanakan Program Bincang Dengan Jaksa di Wilayah Kecamatan Jamanis

Reporter : Anton

KAB TASIK. FOKUSPRIANGAN.ID – Kejaksaan Negeri Singaparna, melaksanakan Program BIJAK (Bincang dengan Jaksa), di wilayah Kecamatan Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya, bertempat di Bale Tanjung Jamanis, Rabu (05/08/20).

Dalam acara turut dihadiri Camat Jamanis, Danramil Rajapolah, Kasi Intel dan Kasi Datun kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, Kepala Desa se kecamatan Jamanis, Sekdes, serta Ketua BPD.

Winardi Hidayat, S.IP, M.Si,┬áCamat Jamanis, mengatakan kegiatan seperti ini di laksanakan di setiap kecamatan tetapi itu juga tergantung respon masyarakat apakah mau tidak kejaksaan yang memang sudah membuka diri untuk memberikan penyuluhan hukum terutama untuk pemerintahan desa itu agar bisa paham tentang aturan dan tentang dampak apabila ada pelanggaran pelanggaran, maka kami kecamatan Jamanis khususnya saya sangat merespon dan saya langsung meminta kepada kejaksaan untuk memberikan penyuluhan tentang hukum kepada para kepala desa, juga Sekdes dan Lembaga BPD,”kata Winardi.

“Agar adanya singkronisasi dan pemahaman hukum dalam rangka menjalankan roda pemerintahan desa, karena disitu ada aturan aturan yang tidak sembarangan melakukan dalam menjalankan roda pemerintahan, terutama dalam kapasitas kepala desa mungkin saat ini kepala desa dengan APBDes nya tentunya di dalamnya ada aturan main dalam rangka pelaksanaan APBDes”, Ucapnya.

Masih menurut Winardi untuk itu agar supaya ada pemahaman hukumnya yang sama baik dari kepala desa, Sekdes maupun BPD, kami meminta ke kejaksaan untuk memberikan pemahaman tentang hukum, supaya kepala desa dan sebagainya berjalan sesuai relnya. Di samping tentunya karena memang kejaksaan membuka diri untuk tentunya pencegahan dini agar supaya pemerintahan desa tidak lagi ada pelanggran pelanggaran hukum.

Karena dari pihak kejaksaan tidak mengharapkan ada siapapun yang ada di pemerintahan desa harus berurusan dengan hukum, berurusan dengan hukum itu artinya melanggar hukum. Makanya dari kejaksaan membuka diri untuk memberikan pemahaman pemahaman hukum, agar nantinya bisa sama persepsinya. Dengan adanya diskusi ini kita bisa curhat dan kita bisa menanyakan tentang hal apa saja dan bagaimana cara cara supaya tidak terjerat dengan pelanggarannya,”katanya.

Lanjut Winardi Alhamdulillah dari pihak Kejaksaan sangat terbuka memberikan wawasan yang begitu luas begitu baik, sehingga kami paham, yang utama adalah tidak perlu takut dengan aparat hukum karena hukum itu tidak untuk ditakuti tetapi untuk dilaksanakan hukum itu untuk ditaati untuk dilaksanakan jadi siapapun yang melanggarnya ya tentu kena sangsi kalau tidak melanggar ya tidak,”ujarnya.

Tetapi dalam fenomena hari ini kepala desa banyak karena memang pemahaman hukum tentang aturan itu tidak begitu paham jadi banyak kepala desa yang mungkin terjebak, mungkin salah atau merasa takut ketika misalnya ada yang datang menakut nakuti padahal belum tentu salah. Sehingga kepala desa karena minim pengetahuan hukum merasa takut, lemah sehingga justru salah, makanya tadi didalam pembinaan hukum dari pihak kejaksaan itu menitik beratkan untuk mari bersama sama belajar memahami hukum supaya setiap desa itu bisa membentengi dirinya dan bisa berjalan di rel yang benar sehingga tidak ada lagi kepala desa terjerat, karena di luar rel,”pungkasnya.

Sementara Wahyudi Hartono kepala desa Karangmulya sekaligus ketua APDESI Kecamatan Jamanis mengatakan kami seluruh kepala desa di wilayah kecamatan Jamanis, menyambut baik dalam kehadiran pihak kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, dalam program BIJAK ( Bincang dengan Jaksa),”kata Wahyudi Hartono.

Lanjut Wahyudi kami bisa lebih tahu lagi yang di sampaikan pihak kejaksaan mengenai aturan aturan hukum dan kami bangga bahwa kacamatan Jamanis menjadi yang pertama dalam program BIJAK (Bincang dengan Jaksa).”Pungkasnya.

Berita Populer

Flag Counter
Flag Counter