FOKUS SUKABUMI Sosial

Jumlah Janda di Kota Sukabumi Saat Pandemi Corona Bertambah

Reporter: Rusdi

SUKABUMI.FOKUSPRIANGAN.ID – Jumlah janda di Kota Sukabumi bertambah seiring meningkatnya kasus perceraian di Kota Sukabumi. Berdasarkan data yang tercatat di Pengadilan Agama (PA) terhitung Januari hingga Juli 2020 terdapat sebanyak 879 perkara yang ditangani. Sedangkan, pada 2019 lalu hanya mencapai sebanyak 737 perkara.

Panitera Muda Gugatan PA Kota Sukabumi, Asep Husni mengatakan, dari 879 perkara yang ditangani rinciannya sebanyak 67 cerai talak, 238 cerai gugat, 55 isbat nikah, 38 dispensasi kawin, 35 dicabut, 3 tidak diterima, 5 gugur, 6 banding dan 3 perkara peninjauan kembali. “Ya, memang kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya kasus penceraian ini mengalami peningkatan. Sampai Juli saja di tahun ini sudah mencapai 879 perkara sementara pada tahun sebelumnya hanya menangani sebanyak 737 perkara,” kata Asep kepada wartawan, Senin (3/8/2020).
Jika melihat dari data yang ada, lanjut Asep, kasus penceraian didominasi oleh cerai gugat. Artinya, banyak istri yang menggugat cerai suami karena faktor ekonomi. “Cerai gugat ini paling tinggi dari jumlah perkara lainnya. Kebanyakan akibat persoalan ekonomi sehingga istri menggugat suami,” ucapnya.

Menurut Asep, sebelum PA Kota Sukabumi mengabulkan gugatan cerai dalam persidangan, terlebih dahulu dilakukan proses mediasi antara penggugat dan tergugat. Hal ini, selain untuk menyatukan kembali, juga mengkonfirmasi alasan-alasan yang menjadi penyebab masuknya gugatan. “Kami sudah mengupayakan semua kasus agar bisa diselesaikan dengan damai, tetapi ada beberapa kasus yang tetap bersikeras untuk pisah,” paparnya.

Untuk pasangan yang tetap bersikeras cerai dan ingin menjalani sidang, maka mereka harus mengupayakan berbagai bukti yang kuat. Semisal, istri menggungat suami karena selingkuh. Dengan demikian, istri harus menyertakan bukti. “Alasan-alasan yang tertulis dalam gugatan, harus bisa dibuktikan,” imbuhnya. PA Kota Sukabumi, akan terus berupaya menekan tingginya angka perceraian yang terjadi.

Seperti melakukan mediasi dengan pasangan suami istri (Pasutri) tersebut, sebelum kasus perceraiannya diputuskan di Pengadilan. “Kami berupaya melakukan mediasi terhadap dua belah pihak agar tidak terjadi penceraian. Namun, ketika kedua belah pihak sudah tidak mengindahkannya baru dilakukan persidangan,” tandas Asep.

Berita Populer

Flag Counter
Flag Counter