Fokus Cianjur Sosial

Warga Salah Satu Desa di Cianjur Minta Kepastian Hukum Mengenai Kepala Desanya

Reporter : Andri.S

KAB.CIANJUR.FOKUSPRIANGAN.ID – Warga Desa disalah satu daerah di Kabupaten Cianjur geram dengan tingkah laku Kepala Desanya yang diduga telah menyalah gunakan Anggaran dan menyalah gunakan wewenangnya.

Menurut beberapa warga yang kami wawancarai ada beberapa poin yang di langgar oleh kadesnya itu, diantaranya penyelewengan intensif guru ngaji dengan penerima tidak merata alias bervariasi dan masih banyak kejanggalan yang menurut warganya tidak sesuai dengan yang di haruskan.

Dengan adanya kejanggalan kejanggalan tersebut Warga Desa Gudang tersebut telah melaporkannya kepada Camat dan Itda.

” Sebelum nya kami sudah melaporkan hal ini kepada Camat dan Itda di tahun 2018 lalu, namun itda (Infektorat daerah) hanya memberikan sanksi administrasi dan tidak sampe keranah hukum, dan itu menurut kami tidak memuaskan.” Kata salah satu warga yang tidak bersedia di sebutkan namanya.

Warga tersebut menjelaskan bahwa mereka kembali menginkan keadilan setelah mengetahui adanya kejanggalan lain. Kejanggalan diketahui, ketika itu warga sedang melakukan audiensi dengan PJ dan BPD mengenai intensif guru ngaji dan warga meminta penjelasan namun tidak hanya intensif ternyata banyak temuan yang tidak sesuai dengan yang di haruskan,”ujarnya.

“Temuan dokumen APBDes nya ,di temukan setelah Pilkades, ketika beraudensi dengan PJs dan BPD, soal pemberian insentip guru ngaji, dan warga minta penjelasan, dan minta data APBDes dari tahun 2017,2018,2019 nya, ternyata setelah di baca, bukan hanya soal insentif guru ngaji aja kejanggalan nya, banyak kejanggalan kejanggalan lain, sehingga warga sepakat melaporkan gitu kang.

Namun setelah kami sepakat, kami langsung melaporkan hal ini kepada Kepala Kejaksaan Negri Kabupaten Cianjur, pada bulan maret 2020 kemarin, namun belum ada kepastian, maka dari itu nanti hari senin 3 agustus kami akan mempertanyakan perkembangan kasus ini, karena kami inginkan keadilan karena kan ini baru dugaan maka kami inginkan secepatnya ketentuan hukum, apakah kades ini bersalah atau tidak” Papar warga Desa Gudang.

Sementara itu Menanggapi isu yang beredar di warganya tersebut, Kepala Desa Gudang Endang Suparman, menegaskan bahwa semua dugaan itu tidak benar.

Hal ini di ungkapkannya kepada awak media pada hari kamis lalu.

Dalam wawancara singkatnya Kepala Desa tersebut, mengatakan.” semua dugaan yang kini beredar di warganya itu adalah salah.

” Yang di maksud warga itu yang mana, karena kalo mengatas namakan warga, saya juga merasa tidak nyaman, karena warganya yang bakal marah, bukan sayanya yang akan marah, karena ini ada sekelompok orang bukan warga yah, dan saya sudah tahu orang orangnya.” Kata Kepala Desa.

Lanjutnya.” Isu tentang dugaan dugaan itu tentunya tidak benar, karena saya tidak akan bisa mencalonkan menjadi kepala Desa lagi, karena sebelum habis masa jabatan saya ada Itda ( Insfektorat Daerah ) yang memeriksa, dan bukan hanya saya tapi semua kepala desa di akhir jabatannya itu diperiksa dulu, dan kalau pun ada temuan atau kekurangan kami sudah menyelesaikannya. jadi kalo dugaan itu terbukti jelas saya tidak akan bisa mencalonkan dan warga pun tidak akan memberikan amanah lagi kepada saya. ” Ujarnya.

Di singgung pertanyaan terkait laporan warga yang sudah sampai ke kepala kejaksaan, Kepala Desa mengatakan bahwa Kejaksaan Negri tidak ada kepentingan sebelum ada laporan dari Itda mengenai temuan yang melanggar atau tidak sesuai, dan saya tidak akan bicara panjang lebar karena saya sudah tau orang orangnya, berapa jumlah orangnya, dan ini alhamdulilah sudah dalam tahap penyelesaian, ya pada intinya mereka tidak menginginkan saya terpilih lagi menjadi Kepala Desa”Katanya.

Berita Populer

Flag Counter
Flag Counter