FOKUS SUKABUMI Pendidikan

Rencana Pemkot Sukabumi Membuka Sekolah Tatap Muka Gagal

Reporter : Rusdi

SUKABUMI.FOKUSPRIANGAN.ID – Berubahnya status Covid-19 Kota Sukabumi yang awalnya zona biru menjadi zona kuning, berpengaruh pada dunia pendidikan. Pasalnya Pemkot Sukabumi berencana membuka sekolah tatap muka nampaknya pupus sudah. Padahal sebelumnya Kota Sukabumi ini bakal menjadi percontoha di Jawa Barat maupun Indonesia yang membuka sekolah tatap muka.

Tapi dengan perubahan status tersebut, saat ini Pemkot Sukabumi mulai mengkaji ulang rencana Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI hanya mengizinkan sekolah tatap muka secara langsung dilaksanakan di zona hijau. Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi mengakui, perubahan status zona ini tentunya akan berpengaruh terhadap rencana pembelajaran tatap muka di sekolah.

“Pasti berpengaruh yah. Tetapi untuk wacana pembukaan sekolah di Kota Sukabumi ini, saya kira hal ini akan kita bahas lebih lanjut lagi,” ucapnya.
Rencananya pembahasan wacana KBM tatap muka akan dibahas lebih lanjut bersama Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Barat dalam waktu dekat ini. “Rencana Jumat nanti Pak Gubernur bersama Forkopimda akan berkunjung ke Sukabumi untuk membahas masalah ini,”ungkap Fahmi.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi, Wahyu Handriana mengungkapkan, penambahan kasus baru tetap akan terjadi meskipun Kota Sukabumi sudah berstatus zona hijau. “Zona hijau itu bukan berarti tidak ada kasus baru, karena memang vaksin spesifiknya hingga saat ini belum ditemukan,” jelasnya.

Wahyu menambahkan, berubahnya status zona hijau ke kuning ini tentunya akan berpengarus terhadap rencana KBM tatap muka di sekolah. “Pasti berpengaruh. Pengaruhnya bisa KBM tatap mukanya diundur atau dibatalkan,” tuturnya.

Sementara itu, hingga saat ini pihaknya belum melakukan pengecekan ke sekolah-sekolah terkait kesiapan KBM tatap muka. “Belum ada (pengecekan). Karena kita masih menunggu surat keputusan dari walikota tentang pembentukan Tim Verifikator. Baru setelah tim ini terbentuk, kita merapatkan pembuatan jadwal kunjungan ke sekolah-sekolah yang memang sudah diajukan oleh KCD Provinsi Wilayah V Jabar, Dinas P dan K dan Kemenag untuk kita lakukan verifikasi sekolah mana saja yang memang benar-benar siap melakukan KBM tatap muka,” tandasnya

Berita Populer

Flag Counter
Flag Counter