Fokus Kab Tasik Pemerintahan Sosial

Pemdes Tanjungsari Gelar Sosialisasi Normalisasi Sungai Cikidang-Citanduy Pada Warga

Reporter : Anton

KAB TASIK. FOKUSPRIANGAN.ID – Dalam rangka sosialisasi akan di laksanakan normalisasi sungai oleh pihak BBWS, Pemerintahan Desa Tajungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, mengumpulkan masyarakat yang punya tanah di bantaran Sungai Cikidang dan Citanduy, yqng mengambil tempat di gedung olahraga Desa Tanjungsari, Kamis (16/7/2020).

Dalam kesempatan itu turut di hadiri unsur Muspika kecamatan Sukaresik , Kepala Desa, Ketua BPD beserta anggotanya, BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Tokoh masyarakat, serta Tokoh Agama.

Suhanda Herman. A, S.Pd., M.Pd.I, Ketua BPD Desa Tanjungsari kepada fokuspriangan.Id, mengatakan kami menyambut baik dengan kegiatan terkait sosialisasi mengenai normalisasi sungai Cikidang dan Citanduy. Di karena kan memang persoalan banjir di daerah Desa Tanjungsari ini sudah menjadi langganan dan berpikir bahwa kedepannya tentu bukan makin kecil makin besar oleh karena itu sangat mendukung adanya kegiatan ini karena ini adalah untuk menyelamatkan aset daripada masyarakat sendiri dan aset pemerintah serta menyelamatkan nyawa masyarakat,”katanya.

Masih menurut Suhanda terutama dampak banjir yang terjadi itu bukan hanya merugikan secara harta atau secara matrial juga yang paling penting adalah terancam gagal panen apabila memang terus berlanjut banjir ini.

“Untuk hari ini ini adalah pertemuan kedua yang porsinya pertemuan antara pemerintah desa dengan masyarakat, sebelum nya ada pertemuan pertama itu oleh Pihak BBWS dengan unsur pemerintah dan unsur tokoh masyarakat, yang utama jadi dengan pihak BBWS sudah bertemu pada pertemuan pertama ini merupakan kelanjutan dari pertemuan yang pertama penyampaian atau desiminasi dari informasi BBWS kepada masyarakat karena BBWS hanya bisa bergerak dari dukungan masyarakat nah jadi hari ini kita memberikan pengertian kepada masyarakat supaya apa yang di kerjakan BBWS itu mendapat dukungan dari masyarakat yang terdampak dan masyarakat yang mempunyai tanah di sepanjang aliran sungai,”ujarnya.

Lanjut Suhanda rencananya sebelum ini normalisasi yang dilakukan pertama untuk pekerjaan nya adalah pengerukan, kalau informasi dari BBWS bahwa kegiatan ini adalah penanggulangan kedaruratan bencana yang jangka panjang nya normalisasi penuh yaitu penyedotan tetapi itu terkendalakan karena ada dua wilayah administratif wilayah Kabupaten Tasikmalaya dengan Kabupaten Ciamis. Tentunya ada persoalan yaitu pembebasan lahan, nah berhubung karena ini pekerjaan besar nantinya, maka pembebasan itu tahap berikut nya yang akan di kerjakan oleh kontraktor sementara pekerjaan ini di fokuskan kepada BBWS yaitu penanggulangan kedaruratan banjir, yaitu intinya pengerukan sungai Citanduy, harapan saya kedepan nya bahwa hasil daripada kegiatan sosialisasi ini yang nantinya ditindak lanjuti dengan pengerukan oleh BBWS berharap bahwa banjir wilayah Desa Tanjungsari makin lama makin bisa di tanggulangi dan tidak ada dampak lagi banjir,”katanya.

Sementara Amas Kepala Desa Tanjungsari menambahkan kami sebagai Pemerintahan Desa Tanjungsari mengumpulkan masyarakat yang punya tanah di bantaran sungai Cikidang dan Citanduy, untuk memberikan sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat supaya dalam kegiatan nanti pihak BWS tidak merasa terhalangi oleh masyarakat yang tidak mengizinkan,”ucapnya.

“Alhamdulilah di sosialisasi ini masyarakat semua setuju adanya normalisasi tentang sungai Citanduy, kalau di dalam pemerintahan saya sebagai kepala desa baru yang pertama kali tapi Alhamdulillah tidak ada hambatan semua masyarakat siap mendukung dengan adanya program ini. Sebelumnya kami mengikuti pertemuan bersama Gubernur Jawa Barat yang bertempat di gedung sate dalam rangka sosialisasi normalisasi sungai Citanduy, dari itulah meminta agar masyarakat nya harus kondusif dan memberikan lahan yang akan di gunakan untuk pembuangan tanah dalam pekerjaan normalisasi sungai Cikidang dan citanduy,”imbuhnya.

Insyaalloh tadi hasil dari pelaksanaan sosialisasi normalisasi masyarakat setuju tidak adanya ganti rugi, karena mungkin masyarakat sudah bosan dan sudah jenuh dengan adanya banjir maka dengan ini masyarakat sangat menyadarinya,”pungkasnya.

Berita Populer

Flag Counter
Flag Counter