Fokus Kab Tasik Pemerintahan Sosial

Sikapi Air Keruh Dampak Penambangan Pasir Galunggung, Pemdes Tawang Banteng Gelar Apel Siaga Dan Doa Bersama

Reporter : Anton

KAB TASIK.FOKUSPRIANGAN.ID – Pemerintah Desa Tawangbanteng, Kecamatan Sukaratu, melaksanakan kegiatan Apel Siaga Dan Do’a Bersama memaksimalkan Pencegahan Covid 19, Penyebaran Demam Berdarah, Kaki Gajah Serta Menyikapi Air Keruh Dampak Penambangan Pasir Galunggung, bertempat di halaman kantor Desa Tawangbateng, Sabtu (11/7/20).

Acara yang di isi dengan Doa bersama , mengaji/ Qiroatul Qur’an Suroh Waqi’ah berjama’ah dan membumbuhi tanda tangan di spanduk untuk kesepakatan menyikapi air keruh dampak penambangan pasir galunggung.

Acara turut di hadiri tokoh agama, tokoh masyarakat Rt, Rw, ibu PKK, Karang Taruna, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kasi trantib kecamatan Sukaratu dan Korlap Masyarakat Galunggung Menggugat (MGM).

Nandang Abdul Ajiz Kepala Desa Tawangbanteng usai acara kepada fokuspriangan.id, mengatakan untuk menyikapi air keruh dampak penambangan pasir galunggung pemerintah Desa Tawangbanteng melakukan upaya untuk meredam akumulasi kekecewaan warga, nah di karenakan intensitas kekeruhan air semakin hari semakin di rasakan oleh masyarakat. Kalau tidak di antisipasi oleh para penambang, dari dampak penambangan pasir yang di lakukan oleh penambang tersebut akan merugikan masyarakat, aliran air itu akan keruh terus, maka kami ini sebagai persepsi sebuah ke dzoliman, oleh karena itu itu saya sebagai Pemerintah Desa Tawangbanteng, mencoba menampung aspirasi masyarakat agar masyarakat tidak melakukan upaya- upaya sendiri – sendiri yang sipatnya akhirnya narkis. Oleh karena itu di kemas dengan acara kegiatan apel siaga dan doa bersama,”ucap Nandang.

Masih menurut Nandang kita akan mencoba melakukan terus upaya untuk melakukan koordinasi dengan para ulama dan tokoh masyarakat. Sebetulnya dibeberapa minggu ke belakang masyarakat sudah menyampaikan apresiasi kekecewaannya lewat facebook atau di grup grup watshap yang ada di RT, RW dan Desa, mereka ingin melakukan aksi ke lokasi bahkan ada yang ingin membakar beko dan juga menyetop aktivitas,”katanya.

“Setelah kita berikan pemahaman bahwa kita memang perlu untuk pembangunan ini adalah matrial dari pasir galunggung namun kita juga berharap bahwa para penambang dan pemerintah pun harus lebih peka, oleh karena itu tahapan tahapan nya pasca doa bersama ini seminggu atau dua minggu kedepan kita akan melakukan pertemuan pertemuan, rapat rapat dan berkoordinasi dengan pemerintah untuk segera diagendakan duduk bersama dengan para penambang agar ada solusi yang terbaik untuk semua pihak, tetapi kita berharap para penambang ini menambang dengan aman dan nyaman sesuai dengan aturan dan dampak limbah ke daerah kita tidak terlalu keruh.”Ujarnya.

Disinggung apa saja yang sudah di keluhan masyarakat dari dampak akibat penambangan pasir mengenai kesehatan masyarakat ? Nandang mengatakan untuk kesehatan masyarakat ternyata penyakit kulit di wilayah Desa Tawangbanteng kalo melihat grapik semakin tinggi juga meningkat dan yang paling pokok dimasa pandemi covid 19 ini adalah dampak ekonomi terhadap masyarakat.

Di minggu kemarin beberapa kolam warga masyarakat ikan nya pada mati dan ini menjadi pemikiran kita bersama janganlah para penambang tersebut menari diatas penderitaan orang lain, kita juga berharap bahwa semuanya kita dalam situasi dan kondisi nuansa yang kondusif dari semua pihak .

“Atas nama Pemerintah Desa Tawangbanteng memang kita berharap selamat, dan para penambang ini selama mengikuti setiap aturan kita gak apalah gak perlu harus ditutup karena pembangunan ini harus tetap berjalan, karena pembangunan ini akan menyerap daya beli masyarakat ketika ada pembangunan di daerah baik bangunan pemerintah sipil, swasta ataupun masyarakat ini akan menyerap tenaga kerja. Inti nya kami ingin ada kesepakatan dari pihak penambang agar untuk mematuhi segala aturan yang ada supaya tidak merugikan sepihak,”pungkasnya.

Berita Populer

Flag Counter
Flag Counter