Fokus Kab Tasik Sosial

Asep Korlap MGM: Minta Pihak Pemerintah Mengambil Langkah Yang Tegas Dan Para Penambang Mentaati Aturan Aturan Yang Ada

Reporter : Anton

KAB TASIK .FOKUSPRIANGAN.ID – Menyikapi adanya hal isu terutama yang berhubungan dengan resahnya masyarakat tentang keruhnya air akibat diduga dari aktivitas penggalian pasir gunung Galunggung, yang memang sudah lama terjadi bahkan puluhan tahun yang lalu, korlap Masyarakat Galunggung Menggugat (MGM) Asep angkat bicara.

Saat di temui Fokuspriangan.id, Asep Korlap MGM, Sabtu (11/07/20) selepas acara Apel Siaga Dan Do’a Bersama memaksimalkan Pencegahan Covid 19, Penyebaran Demam Berdarah, Kaki Gajah Serta Menyikapi Air Keruh Dampak Penambangan Pasir Galunggung yang di laksanakan Pemdes Tawang Banteng.”Ia menyampaikan, kami sebagai salah satu perwakilan masyarakat yang berkumpul di Masyarakat Galunggung Menggugat (MGM) selama ini kami sudah malakukan langkah-langkah yang memang di kedepankan secara preventif atau musyawarah dan sampai mediasi,”ucapnya.

“Dari mulai pihak masyarakat melalui perwakilan tokoh, pihak penambang, para pengusaha dan juga sampai pihak pemerintah dari mulai Pemerintah Desa, Kecamatan dan sampai Muspida Kabupaten Tasikmalaya.

“Sehubungan dengan hal ini tahapan – tahapan itu sudah mulai kami tempuh
dengan bekerjasama pihak Pemerintah Desa Tawangbanteng Insya Alloh kedepannya akan kami tempuh dengan musyawarah – musyawarah atau mediasi yang lebih tinggi, baik dari tingkat kecamatan atau pun sampai tingkat kabupaten dan seterusnya mudah-mudahan ada solusi yang terbaik dari permasalahan permasalahan mengenai pencemaran lingkungan khususnya di bidang air keruh karena adanya pertambangan pasir galunggung,”ujarnya.

Dampak dari air keruh terjadi menurut test timoni masyarakat itu kerugian dari mata pencaharian dibidang pertanian dan perikanan, kami beri contoh yang tadinya masyarakat bisa membibitkan ikan sekarang sudah tidak bisa membibitkan lagi karena akibat dari air keruh itu, juga proses-proses pengembangan ikan pun tidak tumbuh sewajarnya, untuk mandi pun juga kebetulan daerah kami itu masih ada yang mengandalkan, nyuci ataupun kebersihan masih memakai air di saluran-saluran sungai yang airnya teraliri dari mulai sungai Cikunir, Cibanjar dan ataupun dari Cikunten itu memang sekarang kondisinya dipaksakan di pakai akibatnya ya memang ada yang terjangkit beberapa penyakit kulit seperti gatal – gatal dan sebagainya,”katanya.

Lanjut Asep, yang diinginkan masyarakat sebetulnya nya itu sekarang langkah- langkah tegas dari pihak yang terkait terutama Pemerintah dan para pengusaha penambang itu sendiri. Terutama aturan- aturan yang memang sudah ada di Pemerintahan itu sendiri bagaimana itu pertambangan yang baik, ya itu lah harus di laksanakan dengan aturan Undang – Undang No 27 Tahun 2009 tentang lingkungan hidup,” tegasnya.

Asep berharap kami dari masyarakat mohon Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengambil langkah yang tegas juga tepat dan para penambang pun mentaati aturan – aturan yang ada sehingga terjadi sinergi antara Pemerintah, masyarakat dan pengusaha itu tidak terjadi gesekan, seperti yang terjadi sekarang ini,”pungkasnya.

Berita Populer

Flag Counter
Flag Counter