FOKUS SUKABUMI Sosial

6 Kecamatan dan 4 Desa di Kabupaten Sukabumi Dilanjutkan PSBB Persial, Sisanya New Normal

Reporter: Rusdi

SUKABUMI.FOKUSPRIANGAN.ID – Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) parsial untuk memutus penyebaran mata rantai Covid-19, kembali akan dilanjutkan di Kabupaten Sukabumi.
Hal ini dikatakan Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sarjono usai melakukan video conference bersama Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil bersama Forkopimda Jawa Barat di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Jalan Raya Ahmad Yani, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Jumat (29/5). “Saat kami komunikasi dengan Forkopimda Jawa Barat, daerah Kabupaten Sukabumi ini telah memasuki dan dinyatakan sebagai zona kuning. Pak Gubernur merekomendasikan untuk zona kuning agar kembali melanjutkan PSBB tahap ke tiga mulai dari 30 Mei sampai 12 Juni 2020,” jelas Adjo kepada wartawan, Jumat (29/5/2020).

Untuk itu, ucap Adjo, pemerintah Kabupaten Sukabumi akan mengikuti petunjuk dari Gubernur Jawa Barat, untuk menerapkan kembali PSBB parsial. “Tentu saja kita akan mengevaluasi penerapan PSBB tahap ke III ini. Karena, dalam penerapannya nanti ada perubahan wilayah. Seperti di tahap pertama kan ada 14 kecamatan, di tahap kedua sampai tanggal 29 Mei itu, terdapat 12 kecamatan dan dua desa. Nah untuk PSBB parsial jilid ke-III, rencananya akan diterapkan di enam kecamatan dan empat desa,” terangnya.

Wilayah Kabupaten Sukabumi yang akan menerapkan PSBB parsial pada jilid ke-III ini, yakni Kecamatan Cicurug, Cidahu, Parungkuda, Cibadak, Cisaat dan Kecamatan Sukaraja. Sementara untuk desanya adalah Desa Sukadamai, Kecamatan Cicantayan, Desa Wanasari, Kecamatan Surade, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu dan Desa Bojonggaling, Kecamatan Bangargadung. “Jadi, dalam pelaksanaan PSBB tahap ke-III ini, tidak semua kecamatan akan menerapkan PSBB. Hanya saja aktivitas pertokoan, khusunya yang kebutuhan pangan dan yang resiko kesehatan kecil, dampak ekonominya besar itu akan dibuka.

Tetapi, kalau kecamatan lain yang diluar PSBB, akan diberlakukan AKB. Tetapi tetap menjalankan protokol kesehatan,” kata Adjo. Penerapan PSBB parsial di enam kecamatan dan empat desa ini, ucapnya, dilakukan sesuai dengan perkembangan pasien positif Covid-19 dan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang terus meningkat. “Kita itu nanti PSBB-nya, mengarah ke AKB. Karena, daerah Kabupaten Sukabumi ini berbatasan dengan Kota Sukabumi yang statusnya sudah biru sampai Juni. Untuk itu, dalam penerapan PSBB nanti, pasti akan ada penyesuaian,” ujarnya.

Berita Populer

Flag Counter
Flag Counter