Fokus Cilegon Pemerintahan Sosial

Kejari Bantah Pernyataan Walikota Cilegon

Reporter: Aan.SGT

CILEGON, FOKUSPRIANGAN.ID – Andi Mirnawati selaku Kepala Kejaksaan Negri (Kejari) Cilegon, membantah pernyataan Wali Kota Cilegon yang menyebut pihaknya menjadi salah satu penyedia (pihak ketiga) bantuan sembako untuk warga terdampak Covid-19. Rabu (27/05/2020).

Terlebih lagi sebagian paket bantuan sembako tersebut ternyata tidak layak konsumsi. Meski demikian, Andi Mirnawati belum mendengar langsung pernyataan tersebut dan jika benar Wali Kota menyatakan demikian, tentu itu bukan hal yang seharusnya dia ucapkan.

“Tidak benar. Kami hanya melakukan pendampingan hukum berdasarkan permintaan dinas terkait, bukan penyedia, Saya belum mendengar statement beliau dan tidak etis pimpinan seperti beliau menyatakan demikian. Nanti kami akan berkomunikasi untuk mengkonfirmasi hal ini,” ucapnya saat di konfirmasi melalui telpon selulernya (whatsapp).

Sebelumnya, Edi Ariadi mengatakan paket sembako yang tidak layak dikonsumsi sebenarnya dapat diretur atau diganti. Edi juga menambahkan, pengadaan paket sembako tersebut sebenarnya belum dibayar,m karena pelaksana (pihak ketiga) dalam pengadaan tersebut menalangi terlebih dahulu. Menurutnya, jika ada temuan sembako rusak adalah hal lumrah dan bisa langsung diganti.

“Itu kan bisa diretur sebetulnya. Ingat ya, penyedia itu dia mengadakan dengan uang sendiri. Belum kita bayar. Terus biasalah, berapa persen sih, berasnya jelek. Itu kan tanggung jawab sana. Tanggung jawab penyedia, tanggung jawab Bulog. Tinggal diretur aja, nggak usah jadi apa sih,” katanya.

Edi juga menyatakan bahwa ada pihak dari Kejari turut terlibat dalam pelaksanaan paket sembako yang diadakan.

“Emang penyedianya ada dari Kejari juga tuh dapat,” terangnya, sebagaimana dikutip selatsunda.com.

Edi Ariadi rupanya mulai gerah atas berkembangnya persoalan tersebut. Padahal, menurutnya, jika ada temuan, tinggal diperbaiki saja. Sepatutnya seluruh pihak berterimakasih kepada pelaksana karena telah membantu pemerintah. Jika hal itu terus dipersoalkan, kata Edi, lebih baik penyaluran sembako disetop saja.

Berita Populer

Flag Counter
Flag Counter