Fokus Cilegon Sosial

Keluhan Pemudik Warga Lampung di Merak

Reporter: Aan.SGT

CILEGON, FOKUSPRIANGAN.ID — Iwan (27) salah satu pemudik yang tertahan di pos check point Gerem, Kota Cilegon, berprofesi sebagai buruh bangunan bersama belasan orang teman sekampung yang sudah dua tahun mengadu nasib di Ibukota Jakarta. Jumat (22/05/2020)

Mengaku sudah tidak memiliki uang, Iwan bersama belasan temannya dengan tujuan Kalianda Lampung, mengaku harus memutuskan kembali ke kampung karna sudah tidak memiliki penghasilan untuk bertahan hidup diperantauan.

“Kami disini ( Cilegon) sudah dua hari, dan kami numpang tidur di SPBU. Kami sudah dua hari (kali) mencoba untuk diperbolehkan melewati pos check point ini (Pos Gerem), namun oleh petugas polisi, tetap tidak diperbolehkan,” ucapnya Iwan ditemui saat sedang beristirahat disekitar gerbang PT PENI.

Iwan berharap petugas bisa memberikan kelonggaran untuk ia bersama belasan orang temannya bisa melanjutkan perjalanan, dan dibolehkan melewati pos check point, agar dapat segera tiba di Pelabuhan ASDP Merak.

“Saya berharap agar diperbolehkan melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Merak, dan bisa cepat menyeberang dengan kapal ferry ke Bakauheni. Saya sangat ingin berkumpul dengan istri dan anak saat Idul Fitri, walaupun dalam keadaan tidak punya uang,” pinta Iwan.

Senada dikatakan dengan Iwan. Yono (35) warga Way Muli Lampung yang mengaku satu profesi dan satu tempat bekerja dengan Iwan sebagai kuli bangunan didaerah bilangan Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Pria yang mengaku hanya lulusan sekolah dasar (SD) ini, memohon belas kasihan dari petugas polisi dan pemerintah untuk memperbolehkan mereka pulang ke kampung halaman.

Yono mengatakan, ia pulang sekarang ini karna nekat. Kerjaan sama mandor kami sementara di stop karna tidak ada lagi pekerjaan.

Baik Iwan maupun Yono, keduanya menuturkan, bersama belasan teman mereka untuk bayar uang sewa kontrakan dan untuk makan mereka sudah menipis. Untuk bertahan hidup di Jakarta, tidak ada lagi harapan.

Saya maksa pulang dengan sisa uang Rp500 ribu di dompet.”Sekarang uang didompet saya, sisa Rp100 ribu lagi,”ujar Yono dengan mata agak berkaca-kaca.

Ketika wartawan Media Banten menanyakan tentang aturan dan larangan sesuai kebijakan yang ditetapkan pemerintah pusat dan daerah, dimana mudik tetap dilarang kecuali orang dalam keadaan atau urusan darurat sebagaimana diatur dalam ketentuan Kementerian Perhubungan.”Tidak tau pak,”terdengar kompak kalimat dari mulut Iwan dan Yono.

Iwan dan Yono bersama teman-teman satu profesi sebagai buruh bangunan, ditemui beberapa saat setelah upaya mereka menggunakan 7 unit sepeda motor untuk melewati pos check point di Gerem Cilegon, namun tetap gagal, dan oleh petugas mereka diminta memutar balik sepeda motor mereka.

Kanit Patroli pada Unit Lantas Polres Cilegon, IPDA Aries Munandar, ketika dikonfirmasi mengatakan, terkecuali kendaraan barang atau logistik, pemadam kebakaran, ambulans, mobil jenazah, kendaraan dinas polisi dan TNI, kendaraan penanganan Covid-19, kendaraan PMI, serta penumpang pejalan kaki yang kembali ke daerah asal dengan menyertakan surat dari polres tempat berangkat.

”Selama syarat terpenuhi, pasti boleh lewat. Kalau tidak, kami minta putar balik,” ujar IPDA Aries Munandar.

Berita Populer

Flag Counter
Flag Counter