Fokus Cilegon Sosial

Diduga Bantuan Sosial Tunai (BST) Dilingkungan Palas Kota Cilegon Tidak Tepat Sasaran

Reporter: Aan.SGT

CILEGON, FOKUSPRIANGAN ID — Pendistribusian Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial berupa uang sejumlah Rp. 600 ribu di Link. Palas RW 01, Kelurahan Bendungan, Kecamatan Cilegon menuai protes dari warga setempat. Rabu (20/05/2020).

Hal itu lantaran banyaknya warga penerima bantuan di RW 01 yang tidak tepat sasaran karena diduga adanya unsur nepotisme. Sementara tidak sedikit warga yang kondisi ekonominya memprihatinkan atau sangat layak menerima, justru tidak menerima bantuan yang dibutuhkan tersebut.

Dari informasi yang dihimpun wartawan, untuk pembagian dana BST tersebut, warga Kelurahan Bendungan mendapat kuota sebanyak 172 yang diambil oleh warga di kantor Kecamatan Cilegon.

“Ada warga yang jelas membutuhkan uang BST Rp. 600 ribu gak dapat, cuma masuk data bantuan Covid- 19 berupa uang Rp. 200 ribu yang berupa Sembako, cuma buat ‘ngeneng-ngeneng’ doang. Bantuan yang merongkol mah terindikasi adanya dugaan untuk dulur-dulurnya Kader, RW dan petugas kelurahan,” ucapnya warga.

Begitu juga yang diungkapkan oleh warga Palas lainnya yang protes karena adanya dugaan ketidak tepatan penerima BST di RW 01. Ia berharap, agar pihak kelurahan dan Dinas Sosial Kota Cilegon melakukan evaluasi data penerima BST agar pada bulan ke dua atau bulan depan, bisa tepat sasaran pada warga yang membutuhkan.

“Akhirnya benar apa yang sudah saya duga jauh-jauh hari,pembagian uang Rp 600 ribu rupiah, yang berhak nerima malah gak dapat, yang mampu yang udah dapat THR dari tempat kerjanya malah dapat gimana itu pak?. Pokoknya harus dirubah data penerima, agar bulan depan yang dapat BST yang pantas menerima,” bebernya.

“Tercatat di data; yang mampu, punya mobil, rumahnya bagus malah dapat, tapi warga yang profesinya mandiin orang mati, ada juga yang kerjaannya gak jelas sampai anaknya putus sekolah ikut kerja malah gak dapat. Wajar warga ubreg, soalnya yang dapat pada dulur-dulur e Kader, RW, dan petugas kelurahan,” imbuhnya membeberkan.

Berita Populer

Flag Counter
Flag Counter