FOKUS SERANG Sosial

Mahasiswa Unsera Lakukan Advokasi Terkait Dampak Larangan Mudik

Reporter; Aan.SGT

SERANG.FOKUSPRIANGAN.ID. – Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) adalah suatu bentuk pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat dan merupakan salah satu bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kegiatan KKM ini biasa diadakan oleh suatu Perguruan Tinggi atau Universitas, dimana dalam pelaksanaannya Mahasiswa akan dibentuk menjadi berkelompok yang kemudian diterjunkan untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat yang biasanya berada di wilayah atau tempat yang memungkinkan untuk dilaksanakannya berbagai program kerja yang menjadi suatu bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Dengan situasi saat ini yang sedang pandemi covid-19 pemerintah baik pusat maupun daerah berupaya menekan perkembangan dan penyebaran covid-19 dengan berbagai macam usaha termasuk mengeluarkan kebijkan-kebijakan berupa peraturan perundang-undangan.

Melihat kondisi tersebut mahasiswa KKM 01 Jurusan Ilmu Hukum Universitas Serang Raya berinisiatif melakukan kegiatan berupa Advokasi Kebijakan Pemerintah Dalam Pelaksanaan Mudik/Pulang Kampung Sebagai Upaya Pencegahan Penyebaran Virus Covid 19 di Perumahan Taman Pesona RT 12, Kelurahan Lialang, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.

“Sasaran dari program ini adalah masyarakat yang belum faham terhadap kebijakan hukum tentang larangan mudik/pulang kampung tahun 2020 yang akan melibatkan masyarakat di Perumahan Lialang RT 12, Kelurahan Lialang, Kecamatan Taktakan, Kota Serang Provinsi Banten,” Kata Mia Mukaromah Mahasiswa semester 6 Jurusan Ilmu Hukum di Unsera ini, Minggu (17/5/2020).

Sementara Warga Lialang, RT/12, Ibu Ngatman mengatakan, dampak yang paling dirasakan dari kebijakan larangan mudik yaitu tidak dapat berkumpul dengan keluarga yang mana momen tersebut menjadi momen istimewa dan hanya satu satun sekali.

“Tapi kami memilih untuk tetap dirumah dan tidak mudik karena sudah ada larangan dari pemerintah, kami ikut saja untuk kebaikan” ujar ibu Ngatman saat di temui Mahasiswa KKM unsera.

Sementara ditempat lain, ibu Ahmad mengeluhkan, permasalahan seperti tarif BPJS dan Listrik yang Naik ditengah pandemi. Kebijakan pemerintah tersebut seolah semakin mempersulit warga dan dianggap kurang tepat.

“Saat saya melihat berita bahwa tarif BPJS dan listrik naik, saya berharap bahwa kebijakan pemerintah ini tidak hanya melihat satu sisi namun memikirkan pula sisi lain seperti saat ini sedang covid 19 tapi pemerintah mengeluarkan kebijakan tersebut, saya rasa kurang tepat,” ungkapnya.

“Pemerintah harus lebih tepat dalam menyalurkan bantuan sosial, karena yang kami lihat masih ada masyarakat yang lebih membutuhkan namun tidak tersentuh bantuan sosial,” ujarnya.

Perlu di ketahui selain advokasi mahasiswa KKM 01 juga melakukan kegiatan-kegiatan lain seperti membagikan masker yang diproduksi sendiri kepada masyarakat sebagai upaya pencegahan penyebaran virus covid 19 dan melakukan diskusi terkait permasalahan-permasalahan lain yang menjadi dampak selama covid 19 ini.

Berita Populer

Flag Counter
Flag Counter