Fokus Cilegon Sosial

Ketua BAR Agrapana Angkat Bicara Terkait Ketua DPRD Cilegon Usir Wartawan Saat Peliputan

Reporter: Aan.SGT

FOKUS CILEGON (Fp) – Terkait rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi IV DPRD Cilegon bersama beberapa OPD seperti, Asda II, DPMPTSP, BPKAD, Perkim dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon terkesan ada yang di tutup tutupi. Pasalnya, saat rapat mulai berjalan, Ketua DPRD Kota Cilegon yang memimpin rapat bersama 2 orang Komisi IV yakni ketua dan anggota, meminta wartawan untuk keluar dari ruangan terlebih dahulu, rapat berlangsung secara tertutup di ruang rapat DPRD Kota Cilegon. Sabtu (16/05/2020).

Pemimpin adalah orang yang mengemban tugas dan tanggungjawab untuk memimpin dan bisa mempengaruhi orang yang dipimpinnya. Dengan menjadi seorang pemimpin berarti harus siap untuk menjadi pengayom rakyat. Artinya bukan hanya memimpin tetapi juga ikut ambil bagian dalam menyejahterakan rakyat.

Wartawan adalah orang yang bekerja mencari, mengumpulkan, memilih, mengolah berita dan menyajikan secara real dan fakta kepada masyarakat luas melalui media massa, baik media cetak ataupun elektronik.

Terkait hal teesebut Ketua BAR Agrapana, Mahdi. ARJ menuturkan, wartawan apa adanya ketika menulis berita apalagi wartawan di lindungi UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.

“Tapi salut dengan ketua DPRD sudah mengeluarkan wartawan pada acara dengar pendapat, walau menurut saya salah Besar. Kenapa saya bilang salah besar saya berorganisai dari 1996 hingga sampe sekarang, yang saya tahu Jika Rapat Tertutup maka orang-orang yang diundang adalah terbatas dan hanya orang-orang penting,” ucapnya.

Ia menambahkan, jika ketakutan salah persepsi menangkap hasil rapat saya pikir kurang bagus juga dan tidak seharusnya beliau menyuruh keluar wartawan yang sudah ada didalam ruangan, kenapa tidak dari awal jika memang wartawan tidak boleh masuk ruang rapat DPRD. Walaupun menurutnya bahasa pengusiran tersebut secara halus di ucapkan beliau.

“Anda pikir wartawan Bodoh, wartawan itu dilatih dan di bina gak mungkin asal nulis asal bacot. Dan saran saya untuk sekretariat DPRD Kota Cilegon, jika dianggap Rapat yang akan dilaksanakan Tertutup maka ada dua hal yang harus di persipakan. 1. Rapat dilaksanan di ruang Pimpinan, 2. Jika rapat di ruang Rapat umum maka Pintu di Tempel dari sebelum undangan datang, tempel di pintu kaca *RAPAT TERTUTUP*,” tegasnya.

Berita Populer

Flag Counter
Flag Counter