Fokus Cilegon Sosial

Warga Kruwuk Cilegon Keluhkan Kerugian Harta Benda hingga Ratusan Juta akibat Banjir

Reporter: Aan.SGT

FOKUS CILEGON (Fp) — Banjir yang merendam pemukiman warga Kampung Tegal Wangi Kruwuk, RT 03-04 RW 07, Kelurahan Rawa Arum, Kota Cilegon, menyebabkan banyak harta benda yang dimiliki warga menjadi rusak, mulai kerusakan ringan, sedang, hingga parah. Rabu (06/5/2020).

Berdasarkan pantauan Fokuspriangan.id di lokasi banjir, kondisi warga kini sangat memprihatinkan karena sebagian besar barang yang mereka miliki rusak parah, bahkan tidak bisa digunakan kembali.

“Mau mandi susah, karena mesin pompa air rusak, kulkas rusak dan perabotan rumah tangga pun ikut hanyut,” ujar Wahyu, kepada Fokuspriangan.id.

Tak hanya itu, kendaraan roda dua yang ia miliki pun rusak parah karena terendam air selama hampir 12 jam. Kasur, televisi, dan alat elektronik lainnya juga ikut terendam air sehingga kini tidak bisa digunakan.

“Kita hanya bisa pasrah. Bukan di rumah saya saja yang seperti ini, tapi mayoritas rumah warga lain mengalami hal serupa, bahkan ada yang lebih parah,” tandasnya.

Fenti, seorang ibu rumah tangga, sangat terpukul karena kejadian banjir ini. Pasalnya, bukan hanya perkakas rumah tangga dan alat elektronik yang rusak, melainkan barang dagangan berupa pakaian beserta kelengkapan lainnya pun ikut terendam.

“Kalau ditotal, kerugian mencapai Rp47 juta,” tuturnya.

Tak hanya Fenti, warga lainnya pun menaksir kerugian yang mereka derita, yaitu berkisar antara Rp20–33 juta.

Ketua RT 03/07, Kelurahan Rawa Arum, Nasehudin, mengatakan bahwa banjir ini merupakan banjir terbesar yang dialami warga Kampung Tegal Wangi Kruwuk selama ini. Ketinggiannya mencapai hampir dua meter atau setinggi leher orang dewasa.

“Tidak ada korban jiwa, tapi kerugian berupa materil sangat luar biasa,” ujarnya.

Beserta tim warga, ia telah memverifikasi data bahwa ada sekitar 70 rumah warga yang terdampak banjir dengan estimasi total kerugian mencapai Rp505 juta. Hingga kini, tambahnya, banyak warga yang mengeluhkan kerusakan barang yang terhitung sangat besar. Namun, hingga kini belum ada pihak yang berkenan memberikan ganti rugi.

“Selain kebutuhan logistik, warga juga membutuhkan uang untuk memperbaiki barang-barang yang rusak dan kini terdata telah mencapai Ratusan juta,” tuturnya.

Menyikapi hal ini, lanjut Naseh, sebagian warga telah berupaya meminta pertanggungjawaban kepada salah satu pabrik yang selama ini dianggap menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir rutin di permukiman warga tersebut.

“Sudah kita ajukan, tapi belum mendapat respons. Kami harap pihak terkait dapat memberikan solusi, termasuk pemerintah setempat,” tutupnya.

Berdasarkan informasi yang diterima Fokuspriangan.id sebagian besar warga meminta agar segala bentuk bantuan, baik logistik maupun materil, dapat disalurkan melalui RT atau langsung kepada warga yang terdampak dan Dana CSR yang di berikan pihak Lotte pada saat pembangunan atau pengurugan tidak sampai ke masyarakat, akhirnya golongan tertentu yang menikmati hasilnya, masyarakat yang jadi imbasnya. Kami berharap dan meminta kepada pihak perusahaan agar mau membantu dan mengganti rugi akibat kejadian ini,”harapnya.

Berita Populer

Flag Counter
Flag Counter