FOKUS SUKABUMI Hukum dan Kriminal Sosial

Satreskrim Polres Sukabumi Amankan Produsen Pupuk Palsu dan Penambang Emas Ilegal

PENULIS/REPORTER: Rusdi

FOKUS SUKABUMI. (Fp) – Dua orang produsen pupuk palsu dan tiga anggota komplotan penambang emas ilegal yang beroperasi di wilayah Kecamatan Simpenan, diamankan Satuan Reskrim Polres Sukabumi. Selain para pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti hasil kejahatan.

Tiga penambang emas ilegal masing-masing berinisial YI, YM dan AY. Menurut polisi mereka menguasai lahan milik salah satu perusahaan perkebunan dan melakukan aktivitas penggalian lubang tanpa izin di area perkebunan tersebut. “Mereka melakukan kegiatan penambangan di wilayah HGB PT Bojongasih, Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan. Mereka melakukan penggalian tanah dengan kedalaman tertentu untuk mengambil tanah yang diindikasikan mengandung konsetrat emas ada 30 lubang, di masing-masing lubang ada koordinatornya,” kata AKP Rizka Fadhila, Kasat Reskrim Polres Sukabumi, kemarin.

Rizka menjelaskan selain melakukan kegiatan tambang tanpa izin, aktivitas para pelaku juga mengancam kelestarian lingkungan karena menggunakan sejumlah bahan kimia untuk proses pemurnian emas. “Proses pemurnian (emas) menggunakan bahan kimia berupa air keras jenis merkuri dan sianida. Prosesnya dapat membahayakan lingkungan, kita amankan barang bukti berupa tanah material tambang sebanyak 40 karung, gelundungan untuk pemurnian tanah menjadi konsterat emas berikut alat-alatnya,” ungkapnya.

Menurut Rizka, hasil uji lab memang menjelaskan bahwa bahan-bahan material yang ditambang pelaku mengandung emas. “Hasil uji laboratorium sudah kita kantongi di dalam karung itu memang ada kandungan emasnya, hanya prosesnya ilegal dan tidak sesuai dengan baku mutu yang standar untuk keamanan lingkungan. Mereka kita jerat dengan UU Minerba dan perkebunan dengan ancaman maksimal 10 tahun kurungan,” katanya.

Selain menggulung komplotan penambang emas ilegal, polisi juga mengamankan dua orang produsen pupuk palsu. Wakapolres Sukabumi Kompol Sigit Rahayudi mengungkap pelaku berinisial US dan EM keduanya berperan sebagai pengelola dan penanggung jawab perusahaan pupuk.
“Keduanya produsen pupuk palsu di wilayah Cikembar, mereka membuat pupuk yang tidak sesuai dengan SNI. Padahal kita ketahui bersama pupuk yang edar itu wajib SNI,” kata Sigit.

Dari tangan keduanya polisi mengamankan 47 Karung Pupuk Jenis Berlian Merah dan 46 Karung Pupuk Jenis Berlian. “Mereka sudah beberapa kali terlibat dengan kasus yang sama, saat ini masih kita pelajari dan masih kita periksa. Mereka kita jerat dengan Pasal 113 UURi no 7 tahun 2014 tentang perdagangan dan atau pasal 62 UU RI no 8 th 1999 tentang perlindungan konsumen ancaman hukuman 5 tahun,” tandasnya.

Flag Counter

Berita Populer

Flag Counter