Fokus Kab Ciamis Sosial

Gegabah, Diduga Dana Bumdes dipinjam Kades Untuk Bayar Utang PBB

FOKUS KAB CIAMIS (Fp) – Badan usaha milik desa (BUMDes) sebagai suatu badan usaha yang memiliki tujuan untuk meningkatkan meningkatkan ekonomi kreatif melalui pemberdayaan masyarakat, dan pemberdayaan masyarakat haruslah dijalankan dengan baik. Untuk itulah butuh manajemen yang kuat yang mampu memaksimalkan potensi desa sehingga diharapkan dapat mensejahterakan warga desa salah satunya adalah BUMDes

Namun disayangkan, dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Selamanik, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis , malah diduga dipinjam oleh sang pucuk pimpinan Kepala Desa dengan dalih untuk menutupi pajak bumi dan bangunan (PBB) para warganya yang diakatakan sang kades menunggak terakumulasi selama 4 tahun sebesar Rp.56 Juta, dan untuk yang tahun 2019 pengakuannya PBB menungak sebesar Rp.15 Juta.

Padahal dari petunjuk teknis penggunaan anggaran bantuan khusus keuangan (BKK) BUMDes, hanya boleh dipergunakan untuk pengembangan produk ataupun penggantian produk, bukan untuk hal yang diluar itu. yang sebaliknya justru dana BUMDes dipinjam untuk menutupi utang piutang.

Saat dikonfirmasi didaerah sekitar Desa Selamanik Selasa, (7/4/2020) Direktur BUMDes Sehat Desa Selamanik Ikin Sodikin, mengakui dana BKK yang sejatinya untuk pengembangan produk BUMDes dipinjam oleh Kepala Desa melalui stafnya.

Bahkan dalam proses peminjaman tersebut juga dikuatkan dengan bukti kwitansi peminjaman melalui penerima yang tertulis di kwitansi adalah bendahara desa Ina indrawati, Lantaran disatu sisi dari juknis pemanfaatan anggaran memang tidak diperbolehkan.

“Dari awal memang dana itu untuk penguatan modal BUMDes melalui Dana Desa tahap ll tahun anggaran 2019, BUMDes Sehat Desa Selamanik menerima transfer sebesar RP.25 Juta untuk penguatan modal penanaman jagung. Namun setelah masuk rekening BUMDes sebesar Rp.20 Juta,” ungkap Ikin.

Dijelaskan terkait ada peminjaman dana tersebut, ironisnya Ikin mengatakan uang yang sebesar Rp.5 Juta nya ia gunakan untuk modal penanaman modal jagung, sementara dirinya dituntut untuk membuat laporan pertanggung jawaban (LPJ) yang tentunya harus sebesar dana yang sesuai di transfer oleh Desa sebesar Rp.25 Juta.

“Penanaman jagung jelas hanya menghabiskan anggaran sekitar Rp.5 Juta saja. Karena yang Rp.20 Jutanya kan langsung dipinjam Desa, makanya saya kebingungan untuk membuat hasil laporan,” ungkapnya.

Sementara Kades Selamanik Dodi Herdiawan saat dikonfirmasi dikantor Desa Selamanik Kamis, (9/4/2020) mengakui bahwa dirinya telah meminjam uang tersebut dan berjanji akan segera mengembalikannya.

“Iya itu memang tadinya adalah masalah interen desa kami, saya berinisiatif meminjam dana BUMDes tersebut dengan maksud mau melunasi tunggakan pajak bumi dan bangunan (PBB) yang memang sudah didesak oleh pemkab ciamis,” terangnya.

Dikatakan Dodi bahwa selama empat tahun PBB di Desa selamanik terhutang dan terakumulasi sebesar Rp.56 Juta, dirinya berinisiatif saat itu dikarenakan sudah kebingungan menutupi PBB yang harus segera terselesaikan. Namun pihaknya tidak bisa menunjukan beberapa dokumen untuk dikumpulkan awak media sebagai pembuktian.

“Saat itu memang saya mengaku salah, namun daripada tidak terselesaikan, saya sebagai pucuk pimpinan di desa akan bertanggung jawab atas apa yang saya intruksikan, dan saya akan mengganti dana tersebut beserta staf desa lainnya. Saat ini saya sedang menunggu anggaran pencairan dari perbankan,” jelasnya.

Masalah dugaan penyimpangan anggaran BUMDes Ini belum sempat terkonfirmasi ke Inspektorat dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Ciamis dengan maksud mengkonfirmasi yang akan ditemui langsung oleh awak media.

Jurnalis : Gian

Flag Counter

Berita Populer

Flag Counter