Fokus Cianjur Sosial

Peduli Korban Longsor, Sekar DPD Perhutani KPH Cianjur Beri Sejumlah Bantuan Pokok

FOKUS CIANJUR (Fp) – Wujud peduli terhadap korban bencana banjir dan longsor, Serikat Karyawan Dewan Perwakilan Daerah (Sekar DPD) Perhutani KPH Cianjur memberikan sejumlah bantuan bahan pokok dan kebutuhan masyarakat lainnya terhadap korban terdampak bencana di Desa Karangnunggal Kecamatan Cibeber Kabupaten Cianjur RPH Tubuy BKPH Ciranjang Selatan KPH Cianjur, Jumat (3/4/2020). Aksi sosial ini didukung juga oleh unsur Muspika Kecamatan Cibeber, BPBD Cianjur, LMDH Wana Mekar Harapan, LMDH Karya Mukti, LMDH Giri Wana Lestari dan sejumlah elemen masyarakat lainnya.

Ketua Serikat Karyawan DPD Perhutani KPH Cianjur Jenal Arokiwijaya mengatakan lokasi longsor berada di kawasan tanah desa yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan wilayah RPH Tubuy BKPH Ciranjang Selatan, Perhutani KPH Cianjur. menurutnya, meskipun nilainya tidak besar tapi mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk para korban. Perlu diketahui, donasi yang terkumpul ini murni dari urunan karyawan Perhutani KPH Cianjur. Tujuannya untuk meringankan beban korban bencana alam.

“Kegiatan seperti ini sudah menjadi budaya karyawan Perhutani KPH Cianjur ketika terjadi bencana, Sekar Perhutani langsung berkoordinasi dengan perwakilan karyawan BKPH untuk mengumpulkan donasi yang diberikan kepada korban bencana. Bahkan untuk tahun ini donasi diberikan kepada korban bencana Bogor dan desa Karangnunggal,” terangnya.

Asper/KBKPH Ciranjang Selatan Handri ismajana menambahkan selain bantuan sosial bagi korban bencana, pihaknya juga mengajak masyarakat sekitar hutan untuk beralih komoditi garapan dan melaksanakan aksi menanam bibit pohon bersama. Tercatat ada sekitar 100 bibit pohon mahoni yang ditanam. Kedepan, dalam waktu dekat akan ditanam pula ratusan bibit pohon mahoni dan pinus.

“Salah satu penyebab bencana longsor itu terjadi karena area hutan garapannya diisi dengan komoditi yang kurang konservatif salah satunya pohon pisang. Oleh sebab itu, kami mencoba mengajak kepada masyarakat untuk beralih ke kopi robusta dan tanaman rempah. Sehingga, secara ekonomis lebih menguntungkan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan hutan khususnya kawasan hutan,” terangnya.

Handri menuturkan kopi robusta dipilih karena pihaknya sudah punya sejumlah relasi untuk pengembangannya secara ekonomis. Sehingga, diharapkan bisa lebih bermanfaat baik bagi masyarakat maupun perusahaan. Selain itu, tujuannya juga untuk meminimalisir resiko bencana. Baik longsor maupun banjir.

“Dalam 2-3 tahun terakhir permintaan terhadap pemanfaatan daun pisang semakin menurun. Oleh sebab itu, kami menawarkan kepada masyarakat sekitar hutan untuk beralih ke kopi robusta agar lebih menguntungkan,” paparnya.

Jurnalis : Fajar W

Flag Counter

Berita Populer

Flag Counter