FOKUS SUKABUMI Sosial

Jenazah Pasien Terindikasi Corona Dimakamkan Tadi Malam di Palabuhanratu

FOKUS SUKABUMI. (Fp) – Jenazah pasien yang terindikasi positig corona, akhirnya bisa dimakamkan, Jum’at (3/4/2020) malam di Desa Cibodas, Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi.
Setelah dilakukan musyawarah bersama aparat desa, TNI dari koramil setempat, kecamatan dan Puskesmas, akhirnya jasad warga setempat itu diterima dan dikebumikan dengan petugas protokol penggunaan Alat Pelindung Diri (APD).

“Kami berkomunikasi kepada warga bersama teman-teman TNI, aparat desa, kecamatan, puskesmas. Langkah antisipasi penolakan dari mereka, Alhamdulillah jasad pria berusia 47 tahun itu akhirnya dimakamkan malam tadi tanpa penolakan,” kata Kapolres Sukabumi, AKBP Nuredy Irwansyah Putra, Sabtu (4/4/2020).

Menurut Nuredy, upaya komunikasi itu dilakukan menjelang kedatangan jenazah. Kepolisian bergerak setelah ramai informasi adanya penolakan di media sosial dari warga yang terpantik isu penanganan pemakaman akibat terjangkit COVID-19 di wilayah lain.

Dalam pantauannya, hingga saat ini di Sukabumi tidak terjadi penolakan pemakaman warga yang meninggal karena terindikasi Virus Corona. 
“Kami lakukan musyawarah dengan pihak Desa Cibodas dan warga sekitar bahwa almarhum yang terindikasi COVID-19 akan dimakamkan warga akhirnya sepakat menerima dengan catatan begitu tiba langsung dikebumikan untuk mencegah penularan terhadap warga sekitar,” kata Nuredy.

Sementara itu, Kepala Desa Cibodas Junajah Jajah Nurdiansyah mengatakan warganya itu baru pulang dari Jakarta beberapa waktu lalu dan mengeluhkan sakit. Ia kemudian berobat ke dokter umum namun tidak kunjung sembuh. Ia kemudian berobat ke RSUD Palabuhanratu dan di rujuk ke RSUD Sekarwangi, hingga akhirnya meninggal dunia Jumat (3/4/2020). Korban awalnya diketahui mengidap types dan jantung,” terang Jajah kepada wartawan.

Warga tersebut tiba di rumah duka sekitar pukul 21.00 WIB dan langsung dimakamkan sekitar pukul 22.00 WIB. Jasad tiba menggunakan ambulance RS Sekarwangi. Ia juga mengatakan tim medis yang membawa korban menggunakan alat pelpelindung diri (APD) lengkap seperti penanganan COVID-19.

Baca Juga  H. Azies Rismaya Mahfud, SE Silahturhmi Pada Warga Desa Sukasetia Kec.Cisayong

“Belum ada penjelasan dari Dinas Kesehatan apakah yang bersangkutan ada gejala virus corona atau tidak. Namun yang pasti penanganan medis kepada yang bersangkutan sudah maksimal mulai dari pengobatan dan pelayanan medis kepada yang bersangkutan,” ujarnya.

Proses pemakaman sendiri dilakukan warga menggunakan APD lengkap yang diberikan oleh Puskesmas. “Dimakamkan oleh warga, yang dari RS hanya sampai pinggir jalan, saya sendiri yang pandunya karena mereka (warga) pada takut,” ujarnya.

Jajah mengaku berkali-kali agar warga tidak panik dengan kejadian tersebut. “Saya meminta kepada warga tidak perlu panik, tetap waspada, biasakan hidup bersih, selalu mencuci tangan saat sebelum atau sesudah melakukan aktivitas,” tandasnya.

Informasi yang diterima wartawan dari Pusat infromasi dan Koordinasi COVID-19 Kabupaten Sukabumi dari Pihak RSUD Sekarwangi menerangkan bahwa korban diketahui positif setelah dilakukan rapid test dan menunjukan gejala COVID-19. “Awalnya hasil pemeriksaan Rapid test pasien dinyatakan positif dan menunjukkan gejala COVID-19, padahal dari hasil swab yang di keluarkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan pasien tersebut tidak terconform COVID-19, pasien tersebut meninggal dalam perawatan di ruang Isolasi RS dan telah ditangani dengan layak sesuai protokol kesehatan,” kata Herdy Somantri, anggota Satgas COVID-19.

Jurnalis : Rusdi

Flag Counter
Flag Counter