Fokus Kab Tasik Sosial

Karena Kesal di Tagih, Belasan Ibu Ibu Warga Desa Sukaraharja Datangi Penagih Bank Keliling

FOKUS KAB TASIK. (Fp) – Dampak dari Adanya wabah virus corona (covid 19) di seluruh Indonesia dan dunia, ekonomi kian hari makin merosot untuk masyarakat kalangan menegah ke bawah.

Seperti hal nya di desa Sukaraharja, kecamatan Cisayong, para ibu-ibu mendatangi petugas penagihan dari Bank keliling yang sedang melakukan penagihan di salah satu rumah seorang warga sebagai nasabah tepatnya di RT 04 RW 01 Desa Sukaraharja, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat.

Diduga lantaran kesal masih ditagihnya petugas bank Keliling, awalnya yang semula diminta oleh petugas penagihan yang hadir 1 orang/kelompok tiba-tiba belasan anggotanya berdatangan.

Farid Zaelani, S.Kom, kepala desa Sukaraharja langsung datang ke lokasi mengintruksikan kepada petugas penagihan dari Bank Keliling dan masyarakat yang ada di rumah tersebut untuk duduk berjauhan minimal jarak 1 meter, Kebetulan tadi pada saat saya lagi diluar mendengar informasi dari Punduh (Kawil) tentang adanya penagih hutang dengan warga yang sedang berkerumun,”ucapnya Kamis (02/04/20).

Lanjut Farid, karena kalau dengan ibu-ibu (Petugas penagihan) tidak akan bisa apa-apa. Tolong sampaikan kepada atasan ibu, atas nama pribadi Kepala desa mohon dengan sangat dalam situasi sekarang ini dalam suasana virus corona mohon ditangguhkan dulu untuk penagihan.
Ini kata-kata yang terakhir dari Pemerintah desa dan disatu sisi sekarang saya mengambil sikap untuk mengantisipasi jangan sampai berkerumun seperti begini,”katanya.

“Atas nama Pemerintah desa mohon dengan sangat sebelum selesainya pandemik virus corona ini mohon dihentikan, dipending dulu untuk penagihan.
Karena mereka bukan tidak mau membayarnya karena tetap yang namanya hutang, itu harus dibayar sampai kapan pun,” ujarnya.

Salah seorang petugas penagih dari Bank Keliling menyampaikan, tidak ada kerumunan karena hanya sekitar 4 orang dan banyaknya warga atau nasabah tersebut tidak dipanggil,”katanya.

Tambah seorang petugas memang sebelum situasi sekarang ini, biasa suka berkumpul. Saya juga tidak memaksa, silahkan seadanya dan sama saya didata, siapa saja yang membayar dan tidak membayar, namun saya tidak tahu ada semuanya.

Untuk diwilayah ini ada 3 kumpulan (Kelompok peminjam) tapi saat ini yang diminta untuk hadir hanya ketuanya saja, 1 orang/kelompok,”ucapnya.

Kepala desa Sukaraharja lalu meminta kedua orang petugas penagihan tersebut untuk datang ke kantor Desa Sukaraharja.

Sebelum berangkat ke kantor desa kedua orang petugas tersebut pada saat ditanya mengaku, bahwa dirinya itu petugas penagihan dari PNM (Permodalan Nasional Madani) namun saat ditanya nama dan jabatan, keduanya malah menghindar.

Jurnalis : Anton

Flag Counter

Berita Populer

Flag Counter