Mengenal Syepvin Travel Content Creator Asal Lubuk Pakam

Ekonomi dan Bisnis Nasional Sosial

Pewarta: Rohmat Yusuf

DELI SERDANG. FOKUSPRIANGAN.ID – Syepvin Simarmata atau yang lebih dikenal Syepvin adalah seorang travel content creator asal Indonesia yang lahir di Lubuk Pakam, Deli Serdang. ia aktif membuat konten konten bergenre travel video. Syepvin sudah memiliki pengikut lebih dari 105k di akun Instagram yang di beri nama @syepvinsimarmata.

Pada tahun 2017 yang lalu, ia memutuskan untuk memulai menjadi Travel Content Creator. Karya pertama yang dibuat oleh dirinya adalah Visualisasi video diunggah di Instagram.

Syepvin menceritakan sebelum ia menjadi seorang travel content creator, dulunya ia merupakan seorang talent dan pernah bermain FTV dan juga iklan akan tetapi di tahun 2017 ia memutuskan untuk mengembangkan hobbynya di dunia industri kreatif yaitu menjadi seorang travel content creator dan juga adventure hingga sekarang.

“Pada tahun 2017 awal mula aku tertarik dengan alam dan budaya karena menurutku, Indonesia memiliki potensi yang unik dan luar biasa”. Ujar Syepvin dalam keterangan tertulis Selasa (9/7/2024).

Bermodalkan semangat yang ia punya , Syepvin mampu membuktikan bahwa dengan niat dan kerja keras, sebuah karya mengagumkan bisa diciptakan.

Hasil konten yang ia buat sangat memuaskan dan memiliki karakter tersendiri.

Ia juga sering menampilkan karya-karya dalam bentuk video yang telah divisualisasikan sehingga membentuk sebuah karya seni.

Saat Ini ia sudah pernah berkeliling ke banyak tempat wisata seperti Banda naira, ambon, belitung, sumbar, rinjani, prau, sindoro, sumbing, slamet, argopuro, gede pangrango, bromo, maluku, NTT, sumba, lombok, bali, jogja, aceh, palembang, semarang, malang, manado, bunaken, dll.

Pesan Syepvin buat teman-teman yang takut untuk memulai, ”Di prinsip saya Lakukan perjalanan cukup jauh, maka kamu bertemu dengan dirimu sendiri. Dan Jadikan semuanya sebagai petualangan karena satu di antara cara untuk mendapatkan hasil maksimal dari hidup adalah dengan melihatnya sebagai sebuah petualangan.” Tutupnya.